GUNUNGKIDUL –Libur akhir pekan di Pantai Selatan Gunungkidul kembali memakan korban. Rombongan pelajar asal Semarang, Jawa Tengah digulung ombak. Dalam insiden tersebut sebanyak tiga wisatawan bernasib nahas, karena salah satu diantaranya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Ketiga korban masing-masing, Aji Nur Hidayat warga Taman Kumu Desmoro Rt 5/07 Bongsari, Semarang, Angga Saputra warga Kampung Kranjangan Besar no.33 (selamat). Sementara Lirik Miftakul Ma’arif warga Graha Aula Ketileng meninggal dunia.

Informasi yang dihimpunRadar Jogja, peristiwa kecelakaan laut tersebut berlangsung kemarin (2/9) pagi sekitar pukul 8.00. Kejadian berawal saat rombongan pelajar asal Semarang berjumlah belasan orang tiba di Pantai Sendahan Desa jepitu, Kecamatan Girisubo. Sejurus kemudian ketiga korban menceburkan diri di air asin tersebut. Bermain dengan deburan ombak sampai lupa diri tubuhnya mulai menjauh dari bibir pantai.

Dalam hitungan cepat secara mengejutkan ombak besar datang menggulung ketiga wisatawan itu. Melihat rekannya dalam bahaya, beberapa pelajar lain berteriak minta pertolongan. Warga dan Tim SAR berusaha menyelamatkan korban.

Koordinator Tim SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Masing-masing Aji Nur Hidayat dan Angga Saputra. Namun begitu satu korban lain atas nama Lirik Miftakul Ma’arif masih hilang.

“Dua korban selamat tidak mengalami luka serius, langsung menjalani pertolongan medis,” kata Sunu Handoko Bayu.

Sementara nasib Lirik tidak menentu. Untuk mencari korban, Tim SAR sampai menerjunkan seluruh personil guna melakukan penyisiran. Usaha itu membuahkan hasil. Hanya saja ketika ditemukan korban sudah tiada.

“Korban meninggal dunia tercatat sebagai warga Graha Aula Ketileng atas nama Lirik Miftakul Ma’arif. (jasad korban) langsung kami antar ke RSUD (Wonosari),” ujarnya.

Atas kejadian ini pihaknya mengimbau kepada wisatawan untuk waspada dan memperhatikan faktor keselamatan. Dia mengaku cukup sering mengingatkan pengunjung agar tidak mandi di laut, namun sebagian besar tidak menghiraukan.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Marjono mengungkapkan, jumlah kasus lakalaut di wilayahnya masih tinggi. Di 2015 ada sebanyak 87 kasus dengan 696 korban, 10 diantaranya meninggal dunia dan hilang satu orang, sisanya selamat.

Sementara 2016, 78 kasus dengan 118 korban, meninggal sebanyak tiga korban jiwa, hilang satu korban. Untuk tahun ini, dari 35 kejadian terdapat 37 korban, sebanyak satu korban dinyatakan meninggal. “Itu berdasarkan data bulan Agustus,” kata Marjono.(gun/ong)