GUNUNGKIDUL – Belum genap satu bulan, kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) di Indomaret, Bundaran Siyono, Playen, berhasil dibongkar polisi. Komplotan penjahat itu diringkus di lokasi terpisah.

Ada lima tersangka yang dibekul. Mereka adalah adalah SUM, 53, warga Tangerang Banten; RF, 37, warga Pasar Kliwon, Solo; AM, 46, warga Banyumas; MJS, 30, warga Tangerang, dan RUS, 48, warga Tegal.

Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiyanto mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil olah TKP. Meski dalam menjalankan aksi tergolong rapi, selalu ada strategi petugas untuk memburu pelaku.

“Nyaris tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh pelaku. Mereka berasal dari kelompok Palembang,” katanya kemarin (11/8).

Dia menjelaskan, lima pelaku ditangkap Rabu (9/8) atau kurang dari satu bulan setelah beraksi membobol dua mesin ATM di Gunungkidul, 17 Juli. Bandit tersebut merupakan spesial perampokan mesin ATM. “Untuk membongkar perkara ini kami bekerjasama dengan Jatanras Polda DIJ, Polresta Jogjakarta, dan Bantul,” ujarnya.

Mereka ditangkap di lokasi berbeda namun dalam waktu bersamaan. Dari lima orang itu, masih bersaudara. Dari mulut tersangka terungkap aksi pencurian dengan pemberatan direncanakan di Solo. “Mereka sebelumnya juga melakukan survei lokasi yang akan dibobol,” terangnya.

Kelima pelaku memiliki tugas masing-masing. Inisial SUM sebagai sopir dan pengawas, RF menggambar dan mengawasi target, AM mengawasi situasi, sementara MJS dan RUS sebagai eksekutor lapangan.

“Karena spesialis pencurian mesin ATM, maka pelaku bisa mengetahui sistem pengamanan dan pengamanan sistem Indomaret,” ungkapnya.

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Polisi berhasil membekuk mereka dan menemukan barang bukti berupa linggis, kunci, sepeda motor bernopol AD 6717 IS, dan mobil Nisan Xtrail B 2388 NJ.

“Mereka kami jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tegasnya. (gun/laz/ong)