SLEMAN – PSS Sleman dipastikan menjadi wakil Grup 3 di 16 besar. Bahkan Busari dkk secara de facto sudah menjadi menjadi juara grup. Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa lawan Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman di fase grup kedua di 16 besar nanti.

Jika mengikuti bagan pembagian awal, juara Grup 3 akan ditempatkan di Grup A. Tiga slot lainnya akan ditempati juara Grup 1, runner-up Grup 2, dan runner-up Grup 4.

Di Grup 1, PSMS Medan menjadi tim yang paling digdaya. Ayam Kinantan- julukan PSMS Medan baru menderita satu kekalahan dari delapan pertandingan. Lalu di Grup 2, diprediksi menjadi tempat Cilegon United dan Persita Tangerang.

Sedangkan untuk Grup 4 masih bersaing antara PSIS Semarang, PSIR Rembang, dan Persis Solo. “Siapapun musuh atau lawannya sebenarnya tidak terlalu masalah. Kami sejak awal lebih konsentrasi melihat tim kami sendiri. Jika kami percaya tim kami kuat, tim manapun siap kami hadapi,” ujar manajer PSS Arif Juli Wibowo kepada Radar Jogja, kemarin (9/8).

Disinggung jika berada satu grup dengan PSMS Medan yang disebut-sebut calon kuat tim yang akan promosi, Arif mengaku tetap memberikan respek. Tidak hanya PSMS, namun semua tim termasuk jika satu grup dengan Persis Solo. “Semua tetap akan kami waspadai. Pemain harus fokus dan jangan terlalu over confidence. Karena itu yang kami hindari,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pelatih PSS Sleman Freddy Muli mengaku belum mau memikirkan babak 16 besar. Sebab fase grup pertama masih menyisakan tiga pertandingan. Ia menekankan kepada Busari dkk tetap fokus dan mengendurkan permainan. Termasuk kemungkinan melakukan rotasi pemain karena sudah memastikan 16 pun belum ingin dilakukan.

“Tidak ada rencana rotasi pemain, kompetisi itu pasti terutama kejar poin,” tegas pelatih asal Palopo itu. Jadi siapa pemain yang siap itu yang akan diturunkan agar ritme tidak berubah sehingga bisa selalu berkembang dari setiap pertandingan. Nah, sekarang tinggal pemain untuk bisa bersaing memperebutkan posisi secara fair. Tak ada pilih kasih.

Rotasi kemungkinan baru dilakukan jika tim bermain dalam partai uji coba seperti saat menjajal Timnas Indonesia U-19 yang rencananya dimainkan 12 Agustus mendatang. Pertandingan tersebut bisa dilakukan untuk memberikan menit bermain beberapa pemain mudanya. “Melawan Timnas U-19 bisa kami mainkan pemain yang umurnya tidak berbeda jauh,” bebernya. (riz/din/ong)