RADARJOGJA.CO.ID – Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet mengatakan PT Jasa Raharja adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi menyantuni korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum. Selain itu, tugas lain adalah menghimpun dana kecelakaan dari masyarakat.

Budi juga menginformasikan, Per Juni 2017 santunan kecelakaan darat dan laut meningkat 100 persen. Santunan biaya perawatan yang awalnya maksimal Rp 10 juta naik menjadi Rp 20 juta dan santunan korban meninggal yang semula Rp 25 juta meningkat menjadi Rp 50 juta. Biaya penguburan juga naik, dari Rp 2 juta menjadi Rp 4 juta. Selain itu, ada biaya ambulan maksimal Rp 500 ribu dan P3K maksimal Rp 1 juta.

“Untuk santunan korban meninggal dunia kami targetkan sehari langsung cair,” papar Budi.

Sebagai perusahaan negara, PT Jasa Raharja ikut berpartisipasi menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Itu dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pemberian bantuan peralatan kepada kepolisian berupa traffic cone dan lampu senter. Kemudian menggelar sosialisasi lalu lintas bersama kepolisian di kampus-kampus, sekolah, dan masyarakat umum.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Disdukcapil untuk memudahkan kami dalam memperoleh data kependudukan korban kecelakaan lalu lintas,” jelas Budi.

Hadir sebagai pemateri Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) yaitu yaitu Kasubdit Sidik Laka Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Dedi Suhartono SIK MM, Kepala Divisi Administrasi Pencegahan Pelayanan PT Jasa Raharja, Amaludin Salam S.Kom dan staf Kemenkes RI dr Indri Astuti Utami.

Pelatihan juga dihadiri Kepala PT Jasa Raharja DIJ RM Wahyu Widodo SH MH, jajaran polisi lalu lintas Polres/Polresta se-Polda DIJ, petugas RSUD Panembahan Senopati, Dinas Perhubungan, perwakilan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), BPBD Bantul, Satpol PP Bantul, dan lain sebagainya. (mar)