Akan Mengajar SD dan SMP Plus Kenalkan Tari Dolalak

Enam duta guru dari Provinsi Jawa Tengah mendapat kesempatan kursus singkat secara gratis di University of Southern Quensland (USQ) Australia selama empat minggu. Dalam kesempatan itu, mereka juga akan mengajar di sekolah setingkat SD dan SMP. Satu di antara yang beruntung itu adalah guru SMAN 1 Purworejo.
BUDI AGUNG, Purworejo
Kesempatan menimba ilmu dan mengajar di negeri orang akan menjadi pengalaman berharga bagi Tri Yuniarti SK, guru Bahasa Inggris SMAN 1 Purworejo. Bersama lima teman yang dinyatakan lolos seleksi tingkat Jateng, mereka memiliki tanggung jawab mempromosikan kebudayaan selama satu bulan, terhitung 19 Agustus hingga pertengahan September nanti.

Tidak mudah bagi wanita yang bersuamikan Sarman, pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo untuk mewakili Jawa Tengah. Setidaknya proses panjang sejak Mei lalu hingga dinyatakan bisa berangkat. Dari banyak peserta yang mengajukan diri, ia bisa menempati peringkat ketiga.

“Dalam seleksi kami sudah diberikan beberapa materi dan pengetahuan tentang wilayah yang akan dituju. Rencananya, kami berenam akan tinggal di Toowoomba, Quensland,” kata Tri Yuniarti usai bertemu dengan Bupati Purworejo Agus Bastian di ruang kerjanya, kemarin (1/8).

Dijelaskan, kegiatan ini merupakan program rutin Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang bekerjasama dengan University of Southern Queensland (USQ) Australia. “Kami akan melakukan perkuliahan di USQ dan akan diberi kesempatan mengajar di sekolah setingkat SD dan SMP. Di sana nanti kami akan bertukar budaya, mengajarkan kebudayaan yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.

Bahan mengajarkan kebudayaan pun dibawa dari tanah air, seperti bola bekel, gelang karet, dakon, dan lainnya. Khusus dari Purworejo, ia akan menampilkan tarian khas Dolalak yang akan dibawakan selama 10 menit. “Karena dari Purworejo, jelas saya ingin tonjolkan Dolalaknya, ini kekhasan kita,” tambahnya.

Yuniarti berharap, ia dan kelima rekannya selama belajar di sana akan mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Sehingga dapat kembali ke tanah air dan dapat membagi ilmu dan pengalaman yang didapat dengan rekan-rekan guru lainnya, serta masyarakat Jawa Tengah pada umumnya.

“Saya akan serap semaksimal mungkin ilmu yang didapat dari Quensland, terutama di bidang pendidikan. Kalau memang baik, tentu akan saya terapkan di tempat saya mengajar, SMAN 1 Purworejo. Juga bisa dimanfaatkan untuk Purworejo maupun Jawa Tengah,” tandasnya. (laz/ong)