PERTANDINGAN seru juga ditampilkan dua tim cowok di game kedua hari ketiga Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017. Dengan pola dan strategi berbeda, SMAN 1 Bantul (Filial) mampu meredam SMAN 11 Jogja (Eleven) dan menutup game dengan skor 38-17.

Coach Filial Taufan Gilang Sampurna menginstruksikan pola permainan cepat untuk anak asuhnya. Selain mempercepat adaptasi, juga untuk melepas rasa nervous di kuarter awal permainan.

“Jarang kami main di GOR, latihan juga selalu di outdoor, makanya anak-anak main cepat saja,”ujarnya usai pertandingan.
Bermateri pemain yang saat ini dimiliki, dirinya yakin peluang Filial bisa lebih baik di gelaran basket pelajar terbesar di tanah air ini. Kemampuan anak asuh ya juga merata.

“Anak-anak jangan dibebankan dengan kekuatan lawan, tapi yang dilihat kemampuan mereka sendiri,” ujarnya.
Unggul di dua kuarter awal, Filial semakin enjoy di dua kuarter terakhir. Bahkan di kuarter ketiga, Dewan Laksamana Putra dkk mampu membangun defense yang apik. Kuarter ketiga mampu dikunci para pemain Filial.
“Anak-anak masih belum tenang mainnya, defense juga sering terlambat,”ujar Coach Eleven Ndaru Nur Wibowo.

Keseruan game cowok berlanjut. Dua rival sedaerah, SMAN 1 Banguntapan (Smaba) dan SMAN 1 Sewon (Smase) bertemu memperebutkan poin tertinggi. Lebih cepat beradaptasi di awal kuarter, Smase akhirnya mampu unggul dan memetik kemenangan dari Smaba dengan skor 10-23.

Dua kuarter awal jadi penentu kemenangan Smase yang unggul 14 poin lebih dulu. Meski bermain apik dengan skill yang cukup dari para pemain, namun Smaba belum bisa mengikuti jejak tim cewek karena terlambat menguasai lapangan.
Tertinggal tujuh bola, Smaba pun bangkit usai jeda. Kuarter ketiga Smaba baru bisa menunjukan permainannya. Namun, dikuarter penentu, Smaba tidak cukup waktu untuk menyamakan poin.”Sebenarnya bisa mengimbangi, namun dua kuarter mereka sudah kecolongan lebih dulu. Begitu mau menyusul, sudah terlambat,”ujar Coach Smaba Fredi. (dya/iwa/ong)