SLEMAN – PSS Sleman dijatuhi hukuman menjalani laga tanpa suporter setianya sebanyak empat pertandingan. Hukuman berat ini dijatuhkan karena Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menilai suporter tim berjuluk Green Falcon itu terbukti melakukan penganiayaan terhadap warga di Temanggung, Jawa Tengah setelah mendukung tim di Banyumas, Rabu (23/7) lalu.

Terkait sanksi tersebut, manajemen PSS Sleman memastikan akan melakukan banding. Manajemen PSS menilai, sanksi tersebut jelas mengada-ada. Sebab kejadian tersebut berada di luar stadion atau di luar pertandingan. “Kalau tindakan kriminalitas seperti itu silakan diproses lewat jalur hukum,” ujar manajer PSS Arif Juli Wibowo kepada Radar Jogja, kemarin (29/7).

Arif mengaku telah mendapat salinan surat keputusan sidang komdis PSSI bernomor 083/L2/SK/KD-PSSI/VII/2017. Keputusan dalam surat tersebut merujuk Pasal 67 ayat 3 jo pasal 11 Kode Displin PSSI. Disebutkan suporter PSS dihukum larangan memasuki stadion sebanyak empat kali. Yaitu saat tim melawat ke Persip Pekalongan (2/8), dua kali partai kandang menjamu Persibat Batang (9/8), Persijap Jepara (17/8), serta satu partai away ke PSGC Ciamis (25/8). “Bagi yang tahu hukum tentu malah akan tertawa. Ada apa sebenarnya ?” cetusnya.

Meskipun demikian, Arif menjamin manajemen akan berusaha agar suporter PSS bisa tetap mendukung tim kesayanganya. Pihaknya akan memberikan argumen dan penjelasan dalam banding yang akan segera diajukan oleh manajemen tim berjuluk Super Elja itu. Keputusan komdis tersebut memang memungkinkan diajukan banding sesuai pasal 118 Kode Disiplin PSSI.

Sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyurati PSSI pada 26 Juli 2017 yang melarang suporter PSS Sleman memasuki Jawa Tengah untuk menyaksikan pertandingan PSS Sleman. Salah satu penyebabnya adalah tewasnya seorang warga Magelang di daerah Temanggung yang diduga dianiaya suporter PSS. Nanda, 25, buruh petani cabai warga Secang, Magelang mengalami luka tusuk di bagian lambung yang akhirnya mengakibatkan meninggal dunia.

PSS Sleman saat ini berada di posisi pertama klasemen Grup 3 dengan 22 poin. Unggul 7 poin dari peringkat dua yang dihuni PSCS Cilacap dan PSGC Ciamis. Berbeda dengan dua tim DIJ lainnya, PSS sebenarnya sedikit diuntungkan dengan hampir semua lawan masih berada di Jawa Tengah.

Busari dkk satu grup dengan PSCS Cilacap, Persip Pekalongan, Persibas Banyumas, Persijap Jepara, Persibangga Purbalingga, dan Persibat Batang. Hanya satu tim yang berasal dari Jawa Barat yaitu PSGC Ciamis. (riz/din/ong)