TAHUN lalu tampil serupa Lady Gaga. Tahun ini, di gelaran Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017 Eleven Dance (A) tampil lebih manis dan centil. Diberi sentuhan pink dan aksen emas di dada.

Mereka mengenakan bando berbentuk telinga kelinci sebagai pemanis. Konsep tersebut merupakan representasi dari konsep playboy yang mereka pilih.

Kapten tim Eleven Dance (A) Nisa Ailsa mengatakan pelatihnya merasa tahun lalu sukses membawakan konsep futuristik. “Konsep kali ini unyu-unyu gitu, tapi tetep bisa keluar power-nya,” ujar Nisa.
Eleven Dance (A) berlatih setiap hari sejak tiga bulan lalu. Eleven Dance menargetkan untuk meraih juara dalam UBS Gold Dance Competition kali ini.

Meski Playboy cenderung berkonotasi negatif, Eleven Dance tidak meniru mentah-mentah. Mereka memilih tema tersebut dari sisi manja dan centil saja. Gerakan yang mereka tampilkan cenderung penuh tenaga.

“Tidak serta merta mengacu pada Playboy yang masyarakat umum ketahui. Playboy yang kami pilih hanya figur kelincinya saja. Binatang yang lucu dan unyu,” ujar Nisa.

Tahun lalu Eleven Dance tembus babak final UBS Gold Dance Competition. Namun, mereka kalah dari SMAN 4 Jogja.
“Setiap kami berkompetisi, kami selalu ingin juara pertama. Itu merupakan keharusan bagi kami,” kata Nisa. (sbe/iwa/ong)