PURWOREJO – Suara gemuruh cukup singkat mengagetkan warga dan pekerja pembangunan Pasar Baledono, Sabtu (29/7) sekitar pukul 17.30. Pemicu suara adalah ambrolnya lapisan cor lantai dua seluas 36 m2. Diduga tiang penyangga dalam proses pengecoran amblas akiat labilnya tanah. Beruntung saat itu tidak ada pekerja di bawahnya.

Warga Kelurahan Purworejo yang ada di sekitar kejadiaan mengatakan, suara yang ada hanya se-saat namun terdengar sangat keras. Praktis, banyak warga yang mendekat ingin melihat dari dekat.

“Pekerjanya sangat profesional karena begitu ada kejadian, mereka langsung membersihkan puing yang ambrol. Mereka juga mengamankan lokasi dengan plastik terpal,” jelas Bagus.

Ia berharap kejadian itu tidak akan mengganggu proses pengerjaan pasar yang dilakukan PT Hutama Karya. Hanya saja, hal itu bisa jadi pembelajaran agar pekerjaan bisa dilakukan lebih cermat dan hati-hati.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Baledono Dwi Astuti mengatakan, tidak seluruh tanah di bawah konstruksi labil. Namun hanya beberapa titik lapisan bekas galian tiang pancang yang di-nilai lebih gembur.

“Kemungkinan besar tanah yang gembur itu labil karena turun hujan dua hari terakhir ini. Pelaksa-naan pekerjaan telah memperlakukan tanah sesuai prosedur,” ungkap Dwi Astuti.

Sebenarnya pencegahan telah dilakukan di mana tiang penyangga dan scafolding diberikan alas dengan besi pelan untuk mencegah amblas. Namun karena hujan, permukaan tanah turun, sementara beban di atasnya cukup berat. “Yang amblas itu baru saja dicor sekitar pukul 15.00 dengan volume lima meterkubik,” tambahnya.

Dwi Astuti menegaskan, kejadian itu tidak mem-pengaruhi konstruksi pembangunan pasar secara umum. Dan pelaksanaannya akan berjalan seperti biasa.

Anggota Komisi B DPRD Purworejo Ngadianto meminta tim pengawas segera turun ke lapangan dan mengevaluasi penyebab kejadian itu. Pihak-nya berencana melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pasar.

“Harus dicari kepastian penyebabnya dan di-evaluasi,” pinta Ngadianto. (udi/laz/ong)