RADARJOGJA.CO.ID – Data Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ menyebutkan, dua tahun terakhir angka kecelakaan lalu lintas di Jogjakarta mengalami peningkatan. Pada 2015, jumlah korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas sebanyak 264 orang. Angka tersebut naik menjadi 463 orang atau 75,8 persen pada 2016.

“Masalah kecelakaan ini tidak hanya menjadi masalah di wilayah DIJ tapi di seluruh Indonesia. Karena itu, masyarakat Indonesia harus sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya,” kata Kapolda DIJ, Brigjend Ahmad Dofiri.

Pembacaan ikrar lauching Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan di Tugu Pal Putih Jogja. (Foto: Radar Jogja Online)

Gubernur DIJ, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, rayonisasi sekolah dapat menurunkan angka kecelakaan. Sebab, kebijakan ini membuat siswa-siswi tidak terlalu jauh ketika berangkat ke sekolah dan pulang ke rumah. Para siswa pun tidak perlu menggunakan sepeda motor untuk ke sekolah.

“Rayonisasi sekolah ke yang paling jauh kan paling setengah kilo. Nggak usah pakai kendaraan, jalan saja untuk kesehatan dan mengurangi beban kecelakaan dan beban crowded di jalan,” kata HB X. (mar)