JOGJA – Tekanan pekerjaan di lingkungan Pemkot Jogja sepertinya cukup berat. Itu jika dilihat berdasarkan tingkat kesehatan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di bawah komando Wali Kota Haryadi Suyuti itu.
Hasil pemeriksaan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular ASN Pemkot Jogja 2016 menunjukkan sepertiga pegawai menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dari 691 ASN yang disampling, 32 persen atau 222 di antaranya positif mengidap hipertensi. Disusul diabetes sebanyak 31 orang (4,5 persen) dan sisanya mengidap penyakit tidak menular (PTM) atau degeneratif lainnya.

Sekretaris Kota Jogja Titik Sulastri mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan aparaturnya. Sebab, hal itu bisa menurunkan produktivitas kinerja. “Yang lebih mengkhawatirkan, penyakit itu tak hanya diderita pegawai usia lanjut tapi juga usia produktif,” ungkapnya di sela peluncuran Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di Balai Kota Jogja kemarin (28/7).
Titik menduga banyaknya ASN Pemkot Jogja yang mengidap penyakit tidak menular itu karena pengaruh gaya hidup.

Atas dasar itulah Titik mengimbau semua ASN segera mengubah kebiasaan diri dengan menjalankan gerakan masyarakat hidup sehat (germas). Dengan begitu para ASN bisa menjadi contoh masyarakat guna meningkatkan taraf kesehatan Kota Jogja.

Selain hidup sehat, pemeriksaan berkalan juga penting. Upaya itu bisa dilakukan di Posbindu. Titik meminta seluruh ASN tak malu atau sungkan memeriksakan diri sebagai upaya deteksi dini setiap penyakit pada diri masing-masing.
Posbindu merupakan sarana deteksi dini berupa pemeriksaan rutin tiap enam bulan sekali bagi pegawai pemkot. Pemeriksaan meliputi pengecekan lingkar perut, tekanan darah, hingga konseling seputar penyakit tidak menular.

Agar fungsi Posbindu lebih optimal nantinya akan ditunjuk kader untuk melakukan pengecekan kesehatan pegawai dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Keberadaan Posbindu sendiri saat ini telah tersebar di 43 kelurahan. “Bahkan sudah ada kader yang terbentuk di tingkat RW,” ujar Kasi Penyakit Tidak Menular dan Penyakit Jiwa Dinas Kesehatan Kota Jogja Ifa Kusdiyarini.
Kepala Dinas Kesehatan Fita Yulia Kisworini menambahkan, penyakit tidak menular tetap perlu diwaspadai. Sebab, golongan penyakit tersebut justru menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Terutama penyakit jantung, diabetes melitus, kanker, dan stroke.

Selain rutin cek kesehatan, Fita menyarankan masyarakat mengonsumsi kalori yang seimbang, banyak beraktivitas fisik, dan menghindari rokok. “Itu sebenarnya kunci menghindari penyakit,” tuturnya. (pra/yog/ong)