SLEMAN – Ribuan pelajar tingkat SMA tumplek blek di GOR UNY kemarin. Mereka ingin merasakan euforia pesta basket terbesar di tanah air, Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017 yang akan berlangsung hingga Sabtu (12/8) mendatang.
Dibuka dengan penampilan Color Guard Marching Band UAJY. Disusul dengan perwakilan pelajar Jogja membentangkan bendera Merah Putih. Pesan yang jelas dalam gelaran tersebut, tetap menjunjung kekompakan selama kompetisi basket tersebut berlangsung.

Kemudiaan opening party, dipimpin langsung General Manager PT DBL Indonesia Donny Rahardian, diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan Indonesia tersebut menjadi penanda dimulainya pesta pelajar tingkat SMA tersebut.

“Honda DBL D.I.Jogjakarta Series memang selalu memberikan warna tersendiri bagi gelaran DBL secara nasional. Memang Jogja istimewa,” puji Donny Rahardian melihat antusiasme pelajar Jogjakarta mengikuti Honda DBL.
Keistimewaan Jogja, kata Donny, menjadi kota pertama yang mendapat kesempatan menggelar kompetisi DBL di luar Surabaya. Kali ini, Honda DBL di Jogjakarta merupakan gelaran kesepuluh sejak 2008.

Laga pembuka, mempertemukan tim basket putri SMAN 6 Jogja (Namche) berhadapan dengan SMAN 8 Jogja (Delayota). Pertandingan berlangsung seru, masing-masing suporter memberikan dukungan tanpa henti. (Selengkapnya baca halaman 8).
GOR UNY bergemuruh. Jong Delayota tak henti bersorak memberikan suntikan semangat bagi Faras (Kapten Delayota) dkk. Sementara Singo Terban (suporter Namche) tidak ingin kehilangan kesempatan menyaingi teriakan Jong Delayota.

Game opening party ditutup laga tim cowok SMA Kolese De Britto Jogja melawan SMKN 3 Jogja. Kedua sekolah juga menurunkan suporter memberikan semangat bagi tim yang sedang bertanding.

West Gate (suporter SMKN 3 Jogja) membentangkan spanduk yang bergambar kepala serigala. Seolah menjadi jawaban bagi Kolese De Britto yang berjuluk Macan Demangan.

Suasan riuh rendah terjadi sepanjang gelaran opening party Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017 kemarin. Suporter memberikan dukungan maksimal.

“DBL tahun ini semakin ramai, gengsi suporter semakin tinggi. Itulah yang menjadi ketertarikan saya menonton DBL,” ujar penonton umum Benediktus Kurnia Octavio. Dia penasaran dengan performance tim dance yang tergabung dalam kompetisi UBS Gold Dance Competition. (sbe/iwa/ong)