GUNUNGKIDUL – Angka penyalahgunaan narkoba di Gunungkidul mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pelaku yang ditangkap rata-rata pengguna dan menikmati barang haram tersebut di wilayah ujung timur Provinsi DIJ ini.

Kasat Narkoba Polres Gunungkidul AKP Riko Cahya mengatakan, tercatat ada kenaikan kasus penyalahgunaan narkoba dalam rentang tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015 ada 7 kasus, sedangkan 2016 ada 14 kasus.

“Tahun ini sampai dengan Juli sudah terdapat 16 kasus. Rata-rata mereka transaksi di luar dan menggunakan narkoba di Gunungkidul,” kata Riko Cahya kemarin (28/7).

Rentang usia pengguna narkoba, lanjut Riko, didominasi umur dewasa, yakni di atas 18 tahun. Mereka dibekuk kemudian diproses dengan aturan hukum yang berlaku. Tersangka dijerat dengan UU Nomor 5 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman 10 tahun penjara. “Dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, pihaknya sudah menyusun strategi, salah satunya menggencarkan sosialisasi ke kalangan pelajar. Penyuluhan dilakukan petugas masing-masing polsek. Dalam kegiatan masa orientasi siswa (MOS) waktu lalu, juga dilakukan.

“Berdasarkan pemetaan, wilayah rawan narkoba tersebar di sepanjang Pantai Selatan (Pansela). Di sana merupakan tempat wisata, sangat rawan,” bebernya.

Ketua Badan Narkotika Gunungkidul Immawan Wahyudi mengakui, sebagai salah satu pusat tujuan pariwisata di DIJ, wilayahnya masuk dalam kawasan zona darurat peredaran narkoba.

“Bekerjsama dengan pihak kepolisian, kami terus mewaspadai kemungkinan masuknya narkoba yang dibawa wisatawan,” kata Immawan usai melantik kader anti-narkoba periode 2017- 2019 di halaman kantor pemkab, kemarin.

Menurut Immawan, dalam menyikapi penyalahgunaan narkoba diperlukan penanganan serius bagi semua pemangku kepentingan. Dengan kehadiran BNK di kabupaten, ia berharap mampu menekan dan mengawasi peredaran narkoba.

“Sekarang jumlah kader muda anti-narkoba di Gunungkidul terus meningkat. Saya berharap dengan keterlibatan unsur pelajar dan pemuda serta elemen lainnya bisa memberantas narkoba,” tegasnya.

Wakil Bupati Gunungkidul ini mengatakan, permasalahan narkoba menjadi perhatian, karena Indonesia banyak diincar untuk penyelundupan. Dari informasi, tidak sedikit kasus narkoba jaringan internasional berhasil dibongkar petugas. “Sekali lagi, antisipasi penyalahgunaan narkoba menjadi tugas bersama,” ucapnya. (gun/laz/ong)