GUNUNGKIDUL – Potret suram suporter sepakbola masih saja terjadi di wilayah DIJ. Kali ini keberingasan penggila bola terjadi di Gunungkidul. Ironisnya, yang menjadi korban adalah dua orang polisi berpakaian preman yang sedang bertugas mengawal rombongan suporter PSS Sleman. Usai menyaksikan pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (26/7) malam.

Pelaku diduga anggota kelompok suporter lain.Belakangan terungkap, si pelaku bernama Galih Pradito. Dia berprofesi sebagai satpam sebuah perusahaan swasta di Wonosari. Saat ini tersangka telah ditangkap dan menjalani penyidikan di Satreskrim Polres Gunungkidul.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, peristiwa penganiayaan berlangsung di jalan raya Jogjakarta-Wonosari, Desa Bunder, Patuk. Korbannya Bripda Asep Prasetyo dan Bripda Febrian. Keduanya anggota Satintelkam Polres Gunungkidul.

“Kejadian itu diawali pelemparan plastik berisi air ke arah rombongan suporter bola yang dikawal dua aparat tersebut,” ungkapnya kemarin (28/7).

Peristiwa pemukulan terjadi sekitar pukul 23.15. Ketika rombongan suporter PSS melintas di depan SDN Bunder 1, mereka dihujani plastik berisi air dari balik tembok sekolah.

Bripda Asep dan Bripda Febrian spontan mengimbau suporter yang dikawal agar tidak terpancing dan terus melaju kea rah Wonosari. Namun, tak lama berselang sekelompok pemuda menyerang dua polisi tersebut secara tiba-tiba. Saat itulah tersangka melancarkan bogem mentah ke bagian wajah Bripda Febrian tepat mengenai bibir sebelah kanan. Sejurus kemudian giliran Bripda Asep dihantam kepalanya.

Menurut Ngadino, dua petugas seketika berteriak mengaku sebagai anggota kepolisian. Tapi pelaku seolah tak menggubrisnya dan terus memukuli keduanya. “Situasi mereda ketika anggota polisi lainnya datang ke tempat kejadian perkara,” lanjut Ngadino.

Dua korban pun tetap menjalankan tugas pengawalan sampai Wonosari. Mereka selanjutnya menjalani visum di rumah sakit setempat dan melaporkan kejadian yang dialami ke petugas piket Polres Gunungkidul.

Mengetahui identitas pelaku, anggota Satreskrim tak mau buang waktu. seketika itu juga mereka meluncur ke kediaman tersangka untuk menangkapnya. Polisi berhasil meringkus tersangka saat nongkrong di pinggir jalan kampung bersama teman-temannya. “Tujuh orang telah kami periksa. GP (Galih Pradito) ditetapkan sebagai tersangka. Enam lainnya masih saksi,” papar Ngadino.

Tersangka dijerat Pasal 351 ayat (1) subsidair Pasal 356 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto menyesalkan peristiwa yang menimpa anggotanya. Apalagi, kasus serupa pernah terjadi pada 5 Mei lalu. Bahkan saat itu tiga orang yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka sempat membakar sepeda motor anggota Polres Gunungkidul. “Proses hukum kasus ini tetap jalan terus sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Kapolres mengimbau para suporter bola untuk selalu sportif, sebagaimana saat mereka mendukung tim kesayangan di lapangan. Tak ada larangan menonton bola asal tidak merugikan orang lain. “Jangan neko-neko,” tandas Kapolres. (gun/yog/ong)