BANTUL – Hasil gemilang diperoleh PSIM Jogja saat menjamu Persatu Tuban di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, kemarin (27/7). Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, skuad berjuluk Mataram Knight itu berhasil menggasak tamunya 3-1.

Dengan tambahan tiga angka, Achmad Taufiq dkk mengudeta posisi ketiga yang ditempati Laskar Ronggolawe- julukan Persatu Tuban. Kedua tim sama-sama mengoleksi 14 poin, namun PSIM Jogja unggul selisih gol. “Apresiasi tinggi untuk para pemain yang bermain bagus dan kami bisa mengalahkan salah satu rival terberat,” kata pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto usai pertandingan.

Ya, kemenangan ini disambut gegap gempita suporter PSIM Jogja. Usai peluit panjang dibunyikan wasit asal Garut, Very Permana, mereka tak berhenti bernyanyi, merayakan kemenangan. Bahkan, seusai anthem Aku Yakin dengan Kamu (AYDK) dikumandangkan, para suporter seolah tak ingin beranjak dari tribun stadion.

Bermain dengan motivasi tinggi, skuad PSIM Jogja sudah melakukan tekanan sejak babak pertama. Dua pemain yang baru bergabung Riskal Susanto dan Said Mardjan yang baru pulih dari cedera langsung dipercaya menjadi starter mengisi lini pertahan.

Skema 4-2-3-1 mampu menguasai pertandingan sejak babak pertama peluit dibunyikan. Di menit 11, Mataram Knight membuka kran gol melalui kaki Krisna Adi, hasil bola muntah sepakan bebas Andi Dwi Kurniawan. Meski terus menekan babak pertama PSIM hanya mampu mengunci satu gol.

Di babak kedua, PSIM tidak mengendurkan serangan. Serangan cepat yang dilakukan dari sisi kiri lawan membuat bek Persatu kalang kabut. Bola liar di muka di luar kotak 16 besar dococor oleh Hendika Arga. Tendangan keras ala Steven Gerrard meluncur keras di sisi kiri tiang gawang, Fajar Setiabudi membuat skor berubah 2-0.

Di 20 menit waktu tersisa, striker Pesratu Tuban, Wira Hadi Kusuma gencar melakukan serangan. Menit 75, PSIM Jogja mendapat hukuman penalti setelah Boy Asmara, dijatuhkan oleh Edo Pratama. Wira Hadikusuma yang menjadi algojo sukses memperdaya kiper Ony Kurniawan.

Di menit-menit krusial, PSIM Jogja mempertunjukkan kelasnya sebagai tim yang mengandalkam kolektivitas. Kerja sama satu dua dari kaki Krisna Adi dan Rangga Muslim melebarkan keunggulan menjadi 3-1 di menit-menit akhir. Gol penutup tersebut sekaligus penghapus puasa gol setelah melakoni sembilan laga bersama PSIM di Liga 2. “Setelah kemenangan ini kita akan maksimalkan laga-laga away yang ada,” kata Erwan.

Meski menang meyakinkan, Erwan menyebut skuadnya belum tampil secara optimal. Pemain, masih belum tenang dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

Hal itu bisa dimaklumi. Di menit ke 60 misalnya, peluang cantik Dicky Prayoga gagal dimanfaatkan. Padahal, Dicky sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni mengaku heran dengan skuadnya karena selalu tampil grogi bila disiarkan secara langsung. “Saya cukup heran dengan kiper, bola-bola mudah bisa masuk. Kami akan acari ada apa dibalik itu,” jelasnya.

Dijelaskan, PSIM tampil jauh lebih menyerang saat ini. Gaya permainan jauh berbeda dari yang dipertontonkan saat di Stadion Loka Jaya pada putaran pertama. “Saat PSIM melakukan penyerangan, skuad kami kewalahan,” jelasnya.

Setelah laga ini, PSIM Jogja akan melakukan laga tandang ke Persinga Ngawi 5 Agustus mendatang. Kemenangan menjadi harga mati bagi Mataram Knight, untuk bisa bersaing berada di zona dua besar. (bhn/din/ong)