RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Sejumlah anggota Tim Gegana Brimob Polda Jateng dan Polres Magelang Kota memusnahkan barang bukti bahan pembuat mercon. Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil operasi Ramadniya saat Ramadan lalu di wilayah Bandongan, Magelang.

Barang bukti yang dimusnahkan di antaranya 33 bungkus serbuk warna abu-abu yang diduga bahan peledak bahan mercon ukuran 1 ons, tiga bungkus serbuk warna abu-abu yang diduga bahan peledak bahan mercon ukuran 0,5 kg, 85 bungkus kertas sumbu mercon ukuran 60 X 45 cm.

Selain itu ada 26 sumbu renteng warna coklat ukuran 120 X 22 cm, dua bungkus plastik belerang ukuran 3 ons dan dua paket bahan baku bungkus koran masing-masing paket berisi sebungkus potassium, sebungkus belerang dan sebungkus brom.”Kasus itu saat ini masih dalam proses penyelesaian,” kata Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani.
Esti menjelaskan, pemusnahan barang bukti sitaan dalam perkara tindak pidana ini berkaitan dalam pasal 1 ayat 1 UU darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan tersangka Irfan.

Akhir Juni lalu, polisi menyita obat mercon sekitar 60 kilogram dalam bentuk bungkusan kecil dengan ukuran bervariasi. Ada yang sudah siap edar dan ada pula yang masih dalam bahan baku. Pelaku menyimpan obat mercon itu di bawah lantai ruang makan. “Tersangka tidak bisa berkutik dan menunjukkan tempat penyimpanan obat mercon. Pelaku sengaja menyimpannya di tempat tersembunyi,” ujar Wakapolres Magelang Kota Kompol Muh Imron.

Polisi menangkap pelaku dari Desa Banyuwangi, Bandongan. Penangkapan pria 51 tahun iniinformasi dari warga. Setelah itu, ditindaklanjuti dengan penyelidikan Satreskrim. “Ditemukan barang bukti berupa obat mercon beserta bahan bakunya,” katanya. (ady/din/ong)