JOGJA – Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) kembali digelar. Perhelatan untuk ke-29 kalinya ini diharapkan benar-benar bisa menjadi wadah kreasi bagi masyarakat. Sebagaimana tema yang diusung “Umbar Makbyar”, Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menggambarkan ajang tersebut layaknya anak-anak yang sedang bermain. Mereka bebas berkreasi mewujudkan imajinasi.

“Umbar berasal dari bahasa Jawa yang bermakna kebebasan berkreasi, seperti kita mengumbar anak-anak bermain waktu luang,” ujarnya di sela pawai pembukaan HB X dalam sambutan pawai pembukaan FKY 2017 kemarin (27/7).

Tema tersebut, lanjut HB X, juga dimaknainya untuk memerdekakan gagasan yang brilian dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang seni budaya. Dengan dihadirkan di berbagai sudut ruang publik, FKY yang berlangsung 27 Juli – 23 Agustus bisa menjadi panggung hiburan rakyat dan penyegaran dari hiruk-pikuk berbagai persoalan politik.

Bagi HB X, pengembangan seni tergantung para pelakunya yang harus mampu membangkitkan inovasi dan kreativitas. Raja Keraton Jogja itu lantas mencontohkan dua negara budaya, Jepang dan Korea, yang tumbuh begitu pesat dengan karakteristik dan kekhasan masing-masing. Ada unsur kreatif dan nilai tambah, serta keunikan yang khas. “Semoga budaya Jogjakarta bisa seperti itu adaptasinya. Lentur di luar, namun kokoh di dalam,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Umar Priyono mengungkapkan, FKY kali ini terasa lebih istimewa dengan kehadiran seniman dari negara-negara tetangga. Mereka hadir dan berpartisipasi dengan biaya sendiri.

Untuk menjaga antusiasme FKY tahun ini, meski pelaksanaannya dipusatkan di Bantul, rangkan acaranya tetap digelar serentak di semua kabupaten/kota se-DIJ.(pra/yog/ong)