GUNUNGKIDUL – Pengunjung Pantai Selatan sebaiknya waspada. Tim SAR Satlinmas Korwil I Gunungkidul mengingatkan adanya ancaman serangan ribuan ubur-ubur laut yang mulai bergerak menuju ke daratan. Sengatan ubur-ubur ini bisa membuat orang pingsan.

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono mengatakan, fenomena ubur-bur pada Juli hingga Agustus merupakan siklus tahunan. Hewan bertentakel warna biru, oleh penduduk lokal disebut impes merupakan binatang laut dan tergolong ke dalam kelas Scyphozoa berbentuk payung berumbai.

“Jika menyengat, korbannya bisa gatal. Paling fatal jatuh pingsan,” kata Marjono.

Dikatakan, dari laporan nelayan pergerakan ubur-ubur sudah terpantau dengan jumlah mencapai puluhan ribu. Diperkirakan jika angin bertiup kencang,impes akan ke pinggir. Menurut dia, pantai paling potensial menjadi pendaratan ubur-ubur adalah Pantai Baron.

“Ini tidak lepas dari adanya pertemuan air sungai dengan air laut di Pantai Baron,” ungkapnya.

Sebagai antisipasi, bersama dengan masyarakat mulai menganggarkan aksi bersih-bersih pantai. Jika menemukan ubur-ubur langsung “dieksekusi”. Langkah demikian mendesak dilakukan karena bagi orang awam, hewan ini terlihat lucu dan menarik. Biasanya wisatawan menyentuh terutama anak-anak.

“Untuk mengobati, kami menyiapkan amoniak dan air hangat untuk membasuh luka dan mengurangi rasa sakit. Jadi, lebih baik pengunjung hati-hati dan tidak mengabaikan imbauan petugas,” ucapnya.

Perlu diketahui, di 2015 banyak wisatawan menjadi korban serangan ubur-ubur. Jumlah korban waktu itu mencapai 576 orang. (gun/ila/ong)