RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Skor 2-0 menjadi hasil akhir laga PSS Sleman menjamu Persibangga Purbalingga, di Maguwoharjo International Stadium (MIS) tadi malam (26/7). Sempat kesulitan dengan permainan disiplin Laskar Sudirman-julukan Persibangga, Dirga Lasut menjadi pembeda. Dua golnya membawa Super Elang Jawa melesat jauh meninggalkan rival- rivalnya di Grup 3.
Pelatih PSS Freddy Muli mengakui pertahanan disiplin diterapkan anak asuh Achmad Muhariyah. Mereka menempatkan lima pemain bertipe bertahan di depan penjaga gawang. “Kendalanya karena lawan bermain defensif dan menerapkan zona marking. Pemain menguasaiposesion football tapi kurangefektif,” ujarnya setelah pertandingan.

PSS menurunkan formasi dan pemain yang hampir sama ketika mempecundangi Persibas Banyumas pekan lalu. Hanya M. Zamzani yang posisinya digantikan Arie Sandy di skema tiga bek. Selebihnya tidak ada beda. Termasuk kembali memainkan Dave Mustaine.

Baru dua menit berjalan, PSS menggedor melalui sepakan Busari yang masih jauh dari sasaran. Sepuluh menit berselang, Hisyam Tolle mencoba peruntungan dengan menyundul tendangan bebas Bagus Nirwanto. Tapi masih bisa ditangkap kiper.

Tuan rumah baru membuka skor melalui Dirga Lasut dari tendangan bebas. Sebelumnya, pergerakan Dirga di depan kotak penalti dijatuhkan pemain tamu. Bola tembakan pemain bernomor 15 itu terarah masuk ke sisi kanan gawang Persibangga.

Masuknya Dave membuat lini tengah PSS lebih berwarna. Pemain jadi mulai memainkan umpan pendek satu dua sentuhan di tengah dan sisi sayap tapi terbentur rapatnya barisan pertahanan yang digalang Dedi Irwandi dkk. Pun ketika babak kedua dimulai.

Selain lima bek di belakang, tiga pemain Persibangga di lini tengah juga beroperasi sebagai sweeper bola. Rossi Noprihanis dan Dave akhirnya digantikan Mardiono dan Chandra Waskito untuk mengubah permainan yang mulai dibaca lawan.

“Kami ganti pemain karena kami masih ingin cetak gol. Kalau hanya 1-0 lawan masih bisa membalas. Mardiono masuk karena dia bisa main di dua posisi, dan mobile tapi memang perlu adaptasi,” beber Freddy.

Kito dengan kecepatannya mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Persibangga. Satu assistnya memudahkan Dirga menambah koleksi golnya menjadi 7. Cukup produktif untuk ukuran gelandang serang.

Manajer Persibangga Rochman Supriyadi belajar banyak dari tandang ke Sleman. Tidak hanya dari sisi permainan tapi juga penyelenggaraan. Meskipun kalah ia mengapresiasi kinerja pemainnya yang tetap fight sampai akhir. “Kami puas dengan perjuangan pemain kami. Apalagi kami baru dua tahun di divisi utama. Mudah-mudahan ke depan bisa meniru PSS,” ujarnya.

Termasuk dengan kondisi timnya yang belum beranjak dari zona degradasi, pihaknya belum mau menyerah. Dengan penambahan pemain baru diharapkan bisa membawa tim meraih poin di sisa pertandingan grup. “Berusaha maksimal karena masih ada kesempatan. Berjuang sebaiknya di setiap pertandingan dan semoga ada mukjizat,” imbuhnya. (riz/din/ong)