RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – PSIM Jogja belum benar-benar aman dari ancaman zona degradasi. Bertengger di peringkat ke-4 dengan nilai 11 klasemen Grup 5 Liga 2 Indonesia, Mataram Knight- julukan PSIM Jogja hanya berselisih satu poin dengan Persinga Ngawi yang ada di posisi kelima serta 2 poin dari Madiun Putera FC yang ada di peringkat ke-6.

Ya, bermain melawan Persatu Tuban di Stadion Sultan Agung (SSA) sore ini (27/7) menjadi ajang balas dendam atas kekalahan di Stadion Lokajaya, Tuban 29 Juli lalu. Saat itu, skuad bumi Mataram kalah atas gol semata wayang yang dilesakkan Wira Hadi Kusuma di menit ke-22.

Bermain di hadapan publik fanatik PSIM Jogja, tiga poin wajib diamankan Dicky Prayoga cs untuk bisa menjaga asa ke babak 16 besar. Kemenangan dengan selisih lebih dua gol, membuka peluang PSIM Jogja menggeser Persatu yang kini betengger di posisi ketiga dengan poin 14 poin.

Menghadapi skuad Laskar Ronggolawe –julukan Persatu- pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menyatakan skuadnya tengah dalam motivasi yang tinggi, meski di laga akhir pekan menderita kekalahan. Apalagi Starting eleven yang kerap menjadi andalan tengah dalam kondisi bugar dan siap diturunkan pada pertandingan yang direncanakan kick off pukul 15.00WIB. “Motivasi pemain terjaga dan punya semangat meraih poin penuh,” kata Erwan usai menjalani latihan kemarin (26/7).

Persoalan lini belakang yang kerap menjadi titik lemah karena minimnya pilihan, kini semakin variatif dengan kehadiran bek kiri Said Mardjan yang sebelumnya mengalami cedera. Said yang sempat absen dari latihan hampir sebulan lebih, kemarin sudah terlihat berlatih bersama skuad.

Pemain lainnya, Riskal Susanto bek anyar yang didatangkan dari 757 Kepri Jaya pada bursa transfer ini juga dinilai pelatih sudah mulai menyatu dengan tim.”Said akan kami siapkan untuk bisa main tapi lihat lagi kondisinya besok. Sementara untuk Riskal sudah benar-benar siap main,” katanya.

Riskal, sebelumnya sudah bermain full time saat PSIM Jogja takluk 1-3 melawan Martapura FC di Demang Lehman. Pemain yang pernah memperkuat PSIM Jogja di ISC B itu akan diplot diposisi bek kanan. Sementara bek kiri, masih akan dipercayakan oleh bek asal Papua, Ayub Antoh.

Skema paten 4-2-3-1 akan menjadi andalan pelatih untuk bisa mengoyak gawang Persatu yang dikawal Fajar Setiabudi . Krisna Adi, yang mencetak satu gol di laga terakhir, kemungkinan pesar akan dimainkan sejak babak pertama.

Posisi Krisna, akan ditopang oleh tiga trisula Rangga Muslim, Hendika Arga, dan Dicky Prayoga. Sedangkan dua gelandang pengakut air akan dipercayakan kepada Pratama Gilang dan Raymond Tauntu. Dua bek tengah nama kapten Ahmad Taufik dan Edo Pratama tampaknya sulit untuk tergantikan.

Sementara kiper utama Tito Rama, sampai dengan kemarin masih harus menepi akibat cedera pada laga melawan Persepam Madura Utama. Posisi Tito, akan ditempati kiper gaek Ony Kurniawan.

Sementara itu juru taktik Persatu Edi Sugiyarto meminta skuadnya untuk melupakan kemenangan diputaran pertama. Menurutnya, tampil di kandang sendiri, PSIM pasti akan mengularkan performas terbaik.

Edy, akan menerapkan pola permainan cepat, untuk bisa meredam agresivitas para pemain PSIM. “Kuncinya ada di babak pertama. Kuncinya kita harus buat gol lebih dulu,” jelasnya. (bhn/din/ong)