RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Kota Magelang mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), terutama keberadaan Gunung Tidar sebagai Pakuning Tanah Jawa. Dengan alasan itu, pemerintah akan membangun Monumen Tanah dan Air Nusantara di kota ini.

Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Kemenpora Hamka Hendra Noer mengatakan, nantinya akan dibangun Monumen Tanah dan Air Nusantara di Kota Magelang. Bahan pembuatan berupa tanah dan air diambil dari 90 kota/kabupaten yang dibawa oleh ribuan peserta Gowes Pesona Nusantara (GPN) dari berbagai daerah.

Kota Magelang sendiri akan menjadi tuan rumah puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tingkat Nasional Tahun 2017. “Dibangunnya monumen ini memiliki filosofi bahwa kota yang terkenal sebagai pakunya tanah Jawa ini bisa menjadi simbol menyatukan dan mengharmoniskan NKRI,” katanya kemarin (26/7).

Pernyataan itu disampaikan Hamka saat berkunjung ke Magelang setelah pertemuan antara Kemenpora dengan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito di Kantor Wali Kota. Kota Magelang akan menjadi tuan rumah puncak Haornas Tingkat Nasional tahun 2017. Rencananya acara itu dipusatkan di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, 9 September.

“Peringatan Haornas tahun ini tidak sekadar upacara seremonial saja. Kami ingin mengenalkan potensi Gunung Tidar yang dikenal pakunya tanah Jawa sebagai destinasi wisata dan tempat berolahraga,” jelasnya.

Peringatan Haornas nantinya juga akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Kota Magelang ditunjuk jadi tuan rumah karena dinilai memiliki iklim yang sejuk, aman, dan kondusif. Selain itu juga siap dari segi insfrastruktur, termasuk ketersediaan penginapan.

“Selain itu juga dalam rangka menggemakan Candi Borobudur yang merupakan 10 destinasi wisata prioritas Indonesia,” kata Hamka.

Pada kesempatan itu, juga akan dilaksanakan grand final kompetisi liga sepakbola kelompok umur (KU). Masing-masing untuk KU-12, KU-14, KU-16 dan KU-20 (mahasiswa) yang akan bertanding di Moch Soebroto, Kota Magelang.

Untuk babak delapan besar digelar di berbagai daerah. Yaitu KU-12 digelar di Stadion Sapta Marga Kompleks Akademi Militer Magelang, KU-14 di Stadion Gemilang Magelang, KU-16 di Stadion Moch Soebroto, sedangkan KU-20 akan digelar di Jogjakarta.

Juga akan digelar gala desa yang diikuti 136 kota/kabupaten.”Cabang olahraga yang dipertandingkan adalah tenis meja, sepak takraw, bulutangkis, voli, atletik dan sepak bola,” ujarnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito merasa bangga dan merespons positif ditunjuknya Kota Magelang sebagai tuan rumah Peringatan Haornas Tingkat Nasional. Ia tak menyangka kota yang memiliki luas hanya sekitar 18,12 kilomoter per segi ini dianggap layak dan mampu menjadi penyelenggara kegiatan itu.

“Kami segera rapatkan barisan semua pihak terkait untuk mendukung suksesnya penyelenggaran peringatan Haornas,” katanya.

Hal ini dinilai menjadi kabar baik bagi masyarakat. Karena dampaknya bisa meningkatkan pergerakan ekonomi di Kota Magelang. Ia juga sangat sepakat Gunung Tidar dijadikan salah satu ikon puncak peringatan Haornas.

Selain sebagai tempat wisata religi, saat ini juga sering diamanfaatkan oleh warga sebagai tempat olahraga. “Mari tunjukkan kota yang kecil ini punya potensi unggul yang makin dikenal lebih luas,” kata Sigit. (ady/laz/ong)