KULONPOGO – Sebanyak 597 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di 12 desa dan satu kelurahan mendapat bantuan sosial melalui Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). RTLH tersebut berada di lima kecamatan, yakni Wates, Galur, Nanggulan, Sentolo dan Pengasih.

Program ini dijakankan untuk Peningkatan Kualitas (PK) Perumahan Swadaya/Rumah Tidak Layak Huni dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo.

Bantuan diberikan kepada rumah rusak ringan sebesar Rp 7.500.000, rusak sedang Rp10.000.000, dan rusak berat Rp 15.000.000. Bantuan diserahkan secara simbolis dalam Penyerahan DAK 2017 di Balai Desa Margosari Pengasih (25/7).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kulonprogo Sukoco mengatakan lokasi yang dipilih sesuai SK Bupati. “Bantuan diberikan dalam bentuk uang yang langsung diterimakan ke rekening penerima,” kata Sukoco.

Dana dari rekening penerima bantuan langsung disalurkan ke toko bangunan. Toko tersebut telah dipilih masyarakat sendiri sesuai jumlah kebutuhan barang yang telah disusun penerima dan fasilitator pendamping.
Selain bantuan pemerintah berbentuk stimulan, masyarakat juga harus menyediakan swadaya untuk mendukung bantuan. Agar rumah dapat ditempati secara layak.

Diharapkan masyarakat membentuk kelompok penerima bantuan. Lalu melaksanakannya secara bergotong-royong.

“Diharapkan rumah tersebut dapat selesai dibangun dan diperbaiki sehingga bisa digunakan secara layak,” katanya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan bahwa rumah layak huni tidak perlu mewah. Tetapi yang penting dan diutamakan adalah rumah yang sehat.

“Rumah sehat itu harus terjaga kebersihannya, ada ventilasi, diupayakan lantai permanen dan punya WC. Hal ini dapat mencegah berkembangnya penyakit seperti TBC,” katanya. (tom/iwa/ong)