RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDUL – Legislatif-eksekutif menggelar rapat paripurna dengan agenda jawaban bupati terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota. Uang pensiun anggota dewan sekitar Rp 12 juta.

Kepada wakil rakyat dalam rapat paripurna di DPRD Gunungkidul kemarin (26/7), Bupati Gunungkidul Badingah menyepakati usulan semua fraksi berkaitan dengan hak keuangan dan administrasi.

Sebanyak tujuh fraksi, Fraksi Golkar, PAN, Demokrat, PKS, Fraksi Handayani, Gerindra, Fraksi PDIP menghendaki penegasan perihal masa bakti sampai lima tahun diberi uang jasa pengabdian sebesar enam bulan uang representasi. Dalam kesempatan itu, bupati menyetujui semua padangan fraksi.

“Semoga jawaban ini dapat menambah kejelasan pembahasan tahap berikutnya,” kata Badingah.

Dia berharap Raperda yang sudah dibahas dapat segera ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada semua juru bicara fraksi yang telah menyampaikan padangan umum pada 25 Juli lalu.

“Berkaitan dengan saran, usul dan pernyataan kaitannya dengan menyempurnakan Raperda hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota dewan,” ujarnya.

Anggota Fraksi Golkar Heri Nugroho mengatakan besaran uang pesangon untuk anggota dewan pensiun tidak mengalami penambahan. Agenda jawaban bupati sifatnya hanya penegasan terhadap peraturan.

“Dulu ada kalimat paling banyak enam bulan. Sekarang ditegaskan bahwa masa bakti sampai lima tahun diberi uang jasa pengabdian sebesar enam bulan uang representasi. Aturannya memang seperti itu,” kata Heri Nugroho.

Dia menjelaskan, rata-rata pesangon pensiunan anggota dewan satu kali penerimaan sebesar Rp 2 juta atau kurang lebih sama dengan gaji bupati. Dengan penegasan aturan, maka uang jasa pengabdian anggota dewan masa bakti sampai lima tahun diberikan uang pensiun sebesar enam bulan uang representasi. “Jika dikalikan muncul angka sekitar Rp 12 juta,” ujarnya.
Sebagai gambaran, Anggota DPRD Gunungkidul dari fraksi PDIP Endah Subekti Kuntariningsih waktu itu diganti (PAW), karena maju dalam pilkada. Dia memperoleh uang representasi sebesar Rp 2.677.500.

Angka tersebut berasal dari hitungan dua kali uang representasi dikali dua (masa bakti dua tahun) kemudian dipotong PPN sebesar 15 persen. Endah masa kerjanya 13 bulan, dihitung masa kerja dua tahun. (gun/iwa/ong)