RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Petugas gabungan kembali merazia sejumlah lokasi di wilayah Kota Magelang, kemarin (25/7). Kali ini, sasarannya para pelajar yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah. Empat pelajar diciduk petugas dan dibawa ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Petugas dari Satpol PP, kepolisian dan TNI ini menyambangi beberapa titik. Di antaranya warnet yang diduga sebagai tempat membolos di kawasan Jalan Pemuda, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan A Yani, kawasan Wates dan lainnya. Saat berkeliling di Jalan Sunan Bonang, petugas menemukan lima pelajar yang tengah di pinggir jalan.

“Empat berhasil diamankan dan satu pelajar bisa melarikan diri. Saat ditangkap di dekat SMK, alasan mereka tengah membeli makanan,” kata Kasi Ops Ketertiban Umum Satpol PP Kota Magelang Djarot Astohari.

Setelah diamankan, mereka kemudian diserahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. Anak-anak kemudian didata dan dibina. “Kami antisipasi, jangan sampai terjadi tindak pidana dan minum minuman keras. Di kuburan (sekitar jalan) itu memang sepi kondisinya,” jelas Djarot.

Setelah diserahkan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, para siswa ini kemudian dipanggilkan pihak sekolah. Mereka kemudian dipertemukan dengan perwakilan pihak sekolah tersebut.

“Kami memang menggandeng Satpol PP, kepolisian dan TNI untuk penertiban ini. Razia ini untuk mengurangi kegiatan dan hal-hal negatif yang dilakukan pelajar,” jelas Subiyanti, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Para pelajar yang diamankan merupakan siswa SMK. Untuk itu, Subiyanti koordinasi dengan BP2MK untuk menanganinya. Dengan demikian, perwakilan sekolah kemudian mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang.

Menurutnya, persoalan pendidikan tidak hanya semata-mata tanggung jawab pemerintah saja. Namun ada peran serta dari orang tua. Razia ini untuk mengurangi tindakan-tindakan yang negatif.”Penertiban ini untuk mempersiapkan generasi emas pada 2045,” jelasnya.

Razia itu juga merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Setiap tahun direncanakan sebanyak 11 kali razia. Ia pun juga menggandeng beberapa pihak untuk penertiban tersebut.

“Kepada masyarakat untuk selalu ikut serta mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan negatif,” katanya. (ady/laz/ong)