Robot Pelempar Cakram Itu Bernama Brahmana

Untuk kesekian kali Jogjakarta mengirimkan delegasi kontes robot di kancah internasional. Begitu pula yang bakal dilakoni Brahmana, robot ciptaan tim Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind yang akan bertanding di Tokyo, Jepang, 27 Agustus mendatang.
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja
Bukan langkah mudah bagi timIST Akprind hingga berhasil membawa nama Jogjakarta, sekaligus Indonesia, di Negeri Sakura akhir Agustus mendatang. Ada tahapan yang harus mereka jalani. Mulai tingkat regional hingga nasional. Robot Brahmana berhasil memenangi dua tahapan itu, sehingga dipercaya menjadi wakil Indonesia di ajang The Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU) Robot Contest (Robocon) 2017 di Tokyo, Jepang. Brahmana akan tampil sesuai tema, yakni The Landing Disc atau robot pelempar cakram.

Aksi Brahmana mampu menarik perhatian Hamengku Buwono (HB) X saat tim IST Akprind pamitan dengan gubernur DIJ itu kemarin (24/7).

Bahkan, pandangan HB X tak pernah lepas dari rangkaian mesin dengan kerangka berbentuk kotak setinggi kurang lebih satu meter tersebut. Demikian pula dengan perangkat elektroniknya. HB X cukup antusias mendengarkan penjelasan tim tentang kemampuan Brahmana.

Usai melihat kemampuan Brahmana melemparkan Frisbee (piring terbang), HB X pun tergerak meraih stik yang disodorkan kepadanya.
“Wahh, kok terbangnya ke sana,” serunya saat menguji kemampuan Brahmana di Bangsal Kepatihan.

“Ya semoga tim tidak mudah putus asa. Kan sudah juara regional dan nasional, ini yang tingkat lebih lanjut semoga saja mereka bisa menjadi pemenang,” ujar raja Keraton Jogja itu.

Brahmana dirakit selama tujuh bulan ini. Sengaja dirancang dan didesain sebagai robot pelempar cakram untuk menyesuaikan tema kontes tahun ini.

Robot berbobot 24 kilogram ini dirakit dengan penggerak motor dan penggerak angin bertenaga baterai. Dirancang portabel dengan pilihan baterai jenis litium polimer yang berbobot ringan, namun bisa menyimpan daya cukup lama.

Robot ini juga sudah melewati proses trial and error untuk bisa melempar hingga mendapatkan jarak efektif. Bahkan, pengembangannya menelan biaya hingga Rp 40 juta.

Di Jepang, Brahmana akan beradu di lapangan berukuran 12 x 12 meter persegi. Jarak lemparan dibagi tujuh titik. Perolehan poin dihitung berdasarkan ketepatan lemparan cakram pada target. Dari hasil uji coba, Brahmana mampu melempar cakram sejauh delapan meter.

Tiongkok, Vietnam, dan tuan rumah Jepang diperkirakan bakal menjadi lawan-lawan berat Brahmana.
Sang operator, Aryono Priambudi, punya strategi khusus untuk memenangi lomba, sebagaimana di tingkat regional dan nasional. Hanya, strategi itu baru akan terlihat saat dia melihat permainan lawan. “Kami pelajari dulu strategi lawan,” ujarnya.
Menyambut kontes di Jepang, Brahmana akan diterbangkan lebih dulu sebelum 7 Agustus. Sementara tim menyusul belakangan. Sebelum jadwal kontes tim harus sudah stand by.

“Ini kontes bergengsi Asia Pasifik pertama yang kami ikuti. Tentu saja harus tampil terbaik untuk membawa nama harum bangsa. Mudh-mudahan sampai final,” ungkap pembimbing tim robot IST Akprind Beni Firman.(yog/ong)