RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Romandha Edwin dan Hergita Syivadila akhirnya ditahbiskan sebagai pasangan Dimas Diajeng Kota Jogja 2017 setelah berhasil menyisihkan 14 pasang finalis dalam grand final di Bangsal Pagelaran Keraton Jogjakarta, Minggu (23/7) malam.

Enam juri profesional sepakat memilih kedua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta itu setelah masing-masing berhasil menjawab pertanyaan acak lewat undian dengan lancar dan meyakinkan.

Keenam juri tersebut antara lain GKR Bendara,Tri Kirana Muslidatun, Ahmad Charis Zubair, Edwin Ismedi Himna, Dr Indria Laksmi Gamayanti, dan Octo Lampito. Tiap juri memberikan nilai sesuai bidangnya, seperti kebudayaan, psikologi, public speaking, pariwisata, pengetahuan umum, dan perwakilan media massa.

Saat babak final menyisakan sepuluh peserta, Roman mendapat pertanyaan mengenai cara memberantas kasus narkoba dan obat-obatan terlarang di kalangan anak muda. Mendapat kesempatan menjawab pertanyaan selama satu menit, Roman menyatakan siap membuat program kegiatan edukasi seputar seluk-beluk penyalahgunaan narkoba dan solusi penanganannya. Misalnya, sosialisasi di sela kegiatan sekolah atau di lingkungan masyarakat. “Program ini juga untuk pengguna yang sedang menjalani rehabilitasi agar benar-benar terbebas dari jerat narkoba dan kembali melakukan hal-hal positif,” kata Roman yang disambut aplaus hadirin.

Sedangkan Gita harus memaparkan arti penting bahasa Jawa dibanding bahasa Inggris. Menurutnya, kedua bahasa tersebut sama-sama penting. Gadis berparas ayu itu menegaskan, bahasa Jawa wajib dilestarikan karena menjadi identitas budaya daerah. Sementara bahasa Inggris menjadi penting sebagai sarana komunikasi di era modern.” Sebagai anak muda yang cerdas harus bisa berkomunikasi dengan baik, salah satunya bahasa Inggris,” jelas mahasiswi Jurusan Psikologi itu.

Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) menyambut positif pagelaran dimas diajeng yang rutin digelar tiap tahun. Dia berharap, dimas diajeng terpilih mampu membuat citra keistimewaan Jogja di bidang pariwisata dan budaya. Baik untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. “Tugas mereka cukup berat. Membuat Jogja ini lebih nyaman, ngangeni, dan indah di mata banyak orang,” ucapnya.
Roman dan Gita mengemban tugas sebagai duta pariwisata dan budaya Jogjakarta selama dua tahun.

Di atas panggung ke-30 finalis tampa semangat dalam unjuk kemampuan masing-masing. Mereka mengenakan busana batik jumputan Kampung Tahunan yang menjadi ciri khas Kota Jogja. Ke-15 pasangan dimas diajeng membuka acara dengan sebuah tarian yang mampu memukau hadirin.

Selain batik jumputan, para finalis ganti pakaian dengan busaya kesatrian ageng dan Jogja Putri. Busana adat Jogjakarta tersebut dikenakan finalis saat prosesi parade finalis.

Sebelum masuk final, semua peserta menjalani seleksi dengan berbagai tes. Seperti unjuk bakat dalam Jogja Kreatif Car Free Day, psikotes, tes wawancara, dan kunjungan ke beberapa tempat wisata di Kota Jogja sejak Februari lalu. Mereka juga dikarantina hingga malam penobatan.

Jika Roman dan Gita dinobatkan sebagai pasangan Dimas Diajeng Kota Jogja 2017, Keenan Mukti dan Lintang Gita Purwashanti terpilih sebagai dimas diajeng favorit. Keenan juga dinobatkan sebagai dimas berbakat bersama diajeng berbakat Mela Puspasari. Sementara pasangan Dimas Diajeng Persahabatan disandang Dwi Bagus Andika dan Veronika Anindya Ade K. (ita/yog/ong)