RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Persiba Bantul lagi-lagi gagal memaksimalkan laga kandang untuk meraih kemenangan. Menjamu PPSM Magelang di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (24/7), Slamet Widodo dkk hanya mampu bermain imbang kaca mata. Hasil tersebut membuat peluang Laskar Sultan Agung beranjak dari dasar klasemen cukup berat.
Tak hanya itu, kepemimpinan wasit Ridwan Pahala asal Bandung yang dinilai berat sebelah dan merugikan tuan rumah memicu suporter mengamuk. Di menit-menit akhir tambahan waktu, terjadi pelanggaran ketika Jeni Gilang menjatuhkanReza Ajie Yughantara. Gilang memprotes karena wasit sebelumnya tidak memberikan penalti ketika Erdin dijatuhkan di kotak penalti PPSM.

Insiden tersebut menyulut suporter memasuki lapangan. Penonton lalu mengejar wasit dan pemain PPSM. Bogem mentah sempat mendarat di wajah wasit yang juga memimpin PPSM versus Persiba Bantul di putaran pertama lalu itu. Beruntung pihak keamanan mampu menyelamatkannya dari amukan pendukung Persiba yang kecewa.

Match Commisioner Khaerul Agil lalu memutuskan pertandingandinyatakan selesai sesuai regulasi karena force mejure. Pertandingan imbang tersebut harus diterima kedua tim dan memberikan tambahan satu angka di tabel klasemen.

Pelatih karteker Persiba Sambudiyana mengakui jika anak asuhnya lebih banyak menguasai bola. Tetapi peluang yang tercipta tidak bisa dimanfaatkan. Selain itu, ia juga kecewa dengan kepemimpinan wasit yang dirasa sangat merugikan timnya. “Ya tinggal menunggu keajaiban saja. Sekecil apapun peluang akan coba kami maksimalkan untuk mendapatkan poin,” ungkapnya.

Persiba masih menyisakan lima pertandingan dengan tiga di antaranya sebagai tuan rumah. Sedangkan dua sisanya melawat ke kandang lawan.

Melihat jalanya pertandingan, dari sisi permainan, Persiba terlihat lebih mendominasi sejak awal pertandingan. Menurunkan Erdin Pratama, Johan Manaji, dan Awaludin Saputra di lini depan membuat serangan bertubi-tubi ke gawang PPSM yang dijaga M. Ihsan Ramadhani.

Tercatat, Awaludin mempunyai tiga peluang mencetak gol. Seperti di menit 36 ketika sudah berhadapan dengan penjaga gawang. Namun tembakanya mampu ditangkap kiper. Belum lagi di awal babak kedua yang telah berhadapan dengan gawang yang sudah kosong melompong. Tapi arah bola melenceng dari sasaran. Pun dengan tembakan Johan Manaji di menit 42 yang masih menerpa tiang gawang.

Sedangkan PPSM bukanya tanpa peluang. Tapi harus diakui jika Rony Ardian dkk lebih banyak menunggu dan melancarkan serangan balik melalui Reza Ajie Yughantara, Taryono dan Nunung Dwi Cahyo. Namun hanya gol Dias Setyo Ustuko yang dianulir wasit karena tertangkap offside peluang matang PPSM.

Asisten pelatih PPSMAgus Tri mengatakan, pertandingan sebenarnya berjalan menarik antara kedua tim. Namun insiden keributan membuat pertandingan harus diakhiri dua menit lebih dulu.”Bisa menahan Persiba yang menyerang secara sporadis kami nilai hasil yang memuaskan. Peluang bertahan di Liga 2 masih ada dan akan kami perjuangkan,” ungkapnya. (riz/din/ong)