SLEMAN- Kegiatan bersepeda Tour De Ambarrukmo (TDA) 2017 menjadi kegiatan promosi wisata Jogja sekaligus berolahraga. Tak heran jika para cyclist merasa terhibur meski harus menempuh jarak 148 kilometer dengan beragam karakter jalan. Mulai yang datar hingga tanjakan yang cukup ekstrim.

“Selamat menikmati Jogja, karena masih banyak tempat-tempat menarik namun belum banyak dikenali. Dengan naik sepeda akan lebih lincah dan bisa kemana mana,” pesan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X sesaat sebelum mengibarkan bendera start, kemarin pagi.

Harapan tersebut sejalan dengan Ambarrukmo Group selaku penyelenggara. “Peserta Tour De Ambarrukmo mayoritas para profesional dari Jogja, luar Jogja, dan luar negeri. Nah, melalui cycling, kami ingin memperkuat citra Jogja sebagai kota wisata dan budaya,” tegas CEO Tour de Ambarrukmo Sendy Susanto.

Apa yang dikatakan Sendy tidak berlebihan, karena para peserta yang mendukung kegiatan tersebut cukup banyak dan beragam. Ada yang asal kota seputar Jawa, luar Jawa hingga luar negeri. “Saya datang ke Jogja bersama keluarga. Anak dan isteri saya jalan-jalan, saya kesempatan ikut event ini,” ujar Mitchel dari SRBC Surabaya yang kesehariannya pengusaha cargo.

Hal serupa juga dirasakan Kasrem 074 Surakarta Lekol Inf. Krisbiyanto yang ikut menjadi peserta. “Saya dan teman-teman dari Solo senang dengan ada event ini. Karena kita tidak perlu lagi jauh-jauh ikut kegiatan seperti ini,” kesan Krisbiyanto pria kelahiran Malang Jawa Timur.

Sepanjang menempuh perjalanan sejauh 148 km, para cyclist menikmati empat pitstop dengan suasana khas. Pitstop pertama ada di Kelurahan Bumirejo Kecamatan Lendah yang masih diselimuti embun, pitstop kedua di Parangtritis lokasi baru, dilanjutkan pitstop empat di Omah Kupu wilayah Panggang Gunungkidul serta pitstop empat di Lapangan Garuda Candi Prambanan. “Kita berangkat 17 orang dari Demak, dari komunitas Gosagi, gowes sabtu ahad pagi,” ujar Arif yang ikut simulasi beberapa menjelang ramadan lalu. (man/ong)