MATAHARI belum lagi muncul utuh. Langit di sisi timur Jogja masih gelap. Hanya semburat sinar kekuningan menimpa barisan warna merah yang bergerak mengular. Ternyata jalanan Jogja telah dipenuhi cyclist dari berbagai kota yang mengenakan jersey warna merah.

Pagi itu, sedikitnya ada 710 cyclist memeriahkan Tour De Ambarrukmo (TDA) 2017 yang dibuka oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman Sri Purnomo, kemarin (21/7).

Mereka start dari halaman Royal Ambarrukmo Hotel menyusuri kota Jogja, di antara nya Malioboro dan Kraton Jogja. Saat melintas Malioboro, cyclist disambut Walikota Jogja Haryadi Suyuti bersama musik angklung jalanan. Perjalanan berlanjut menuju Kulonprogo, dan sejenak istirahat di pitstop satu, kantor Kepala Desa Bumirejo Lendah. “Capek sih pasti. Tapi koq ya seneng dan keterusan,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menjadi peserta.

TDA tidak hanya menjadi event bertemunya para cyclist Jogja, tapi juga dari berbagai daerah. Bahkan Dindin asal Bandung memanfaatkan TDA sebagai ajang reuni bersama teman-temannya saat bertugas di Dinas Pertambangan Sumbawa. “Tugas kami sudah tersebar dimana mana. Maka di acara ini kami manfaatkan untuk bertemu,” ujar Dindin.

Bahkan beberapa di antaranya adalah cyclist asal luar negeri, Perancis, Belanda, Singapura dan beberapa negara lainnya. “Di tempat saya sedang berlangsung Le Tour de France, tapi saya memilih bersepeda di sini, enjoy,” kesan Zachee Wayaq atlet Triatlone asal Perancis.

Beberapa gimik menarik muncul di sepanjang perjalanan para cyclist menempuh jarak 148 km. Seperti saat capai mereka disegarkan oleh kejutan foto model cantik di pinggir jalan, aksi pelatnas cewek yang ternyata adalah para cowok, support para siswa SMPN 2 Purwosari Panggang Gunungkidul.

“Kategori King of Montain dan Queen of Montain harus menempuh tanjakan sejauh 3 kilometer. Di saat menjelang finish mereka butuh support dan itu diberikan oleh anak anak sekolah ini,” ujar Surya Ananta GM Plaza Ambarrukmo yang sekaligus Ketua Panitia TDA. (man/ong)