RADARJOGJA.CO.ID – BANJAR – Stadion Demang Lehman, kandang Martapura FC masih angker bagi tim tamu. Buktinya, misi Mataram Knight-julukan PSIM Jogja yang bertandang kemarin (22/7) sore harus mengakui keunggulan skuad Gajah Kalimantan – julukan Martapura FC- dengan skor yang cukup telak 1-3.

Dengan hasil yang diraih posisi PSIM Jogja, yang berada di posisi ke-4 cukup rawan tergusur ke zona degradasi. Saat ini, PSIM Jogja mengumpulkan poin 11 dari delapan kali pertandingan. Raihan poin yang dimiliki PSIM Jogja hanya berselisih dari tim di bawahnya Persinga Ngawi yang dipertandingan kemarin bermain seri 1-1 melawan PSBI Blitar.

Seluruh tim di Grup 5 hingga kemarin sudah menuntaskan delapan pertandingan. Posisi puncak pada pekan kedelapan dikuasai Martapura FC, menggeser Persebaya Surabaya yang dipertandingan sebelumnya unggul 2-1 atas tuan rumah Madiun Putera.

Melawan Martapura FC, pelatih Erwan Hedarwanto membawa skuad yang cukup ramping. Yang kurang menguntungkan, PSIM Jogja memiliki waktu istirahat dan persiapan yang sangat pendek di Martapura. PSIM Jogja, sehari sebelum laga pertandingan sekitar pukul 9 malam.”Kami tidak sempat beradaptasi, baik dengan cuaca maupun lapangan,” jelas Erwan kepada Radar Jogja.

Dengan skema 4-2-3-1, PSIM Jogja sudah tertinggal tiga gol terlebih dahulu atas tuan rumah. Tim tamu sudah dikejutkan dengan gol cepat dimenit ke-6 dari kaki Rifan Nahumarury. Tendangan bebas pemain bernomor punggung 17 tersebut gagal diantisipasi kiper Oni Kurniawan.

Berselang lima menit, Oni kembali harus memungut bola dari gawangnya. Kali ini, sontekan gelandang Reza Saputra berhasil mengelabui kiper kedua PSIM tersebut. Sementara gol penutup tuan rumah lahir dari kaki striker Sandy Pratama.
Sedangkan gol penutup tim tamu lahir dari kaki strike Krisna Adi dimenit 64. Gol pemain bernomor punggung 9 tersebut lahir dari memanfaatkan kemelut di barisan pertahan Martapura. “Dua gol cepat dibabak pertama meruntuhkan mental anak-anak,” jelasnya.

Pada laga tersebut, Erwan langsung memasang bek anyarnya, Riskal Susanto di sektor bek kanan. Sementara itu bek kiri diisi oleh Ayub Antoh yang biasa beroperasi di sektor kanan pertahanan. Sementara itu, Krisna Adi yang lagi on fire dicadangkan dan posisinya digantikan Engkus Kuswaha.

Posisi Engkus didukung oleh gelandang serang Rangga Muslim, Hendika Arga dan Dicky Prayoga. Sedangkan dua gelandang bertahan dipercayakan kepada Raymond Tauntu dan Gilang Pratama.”Babak pertama memang tidak berjalan efektif. Lini tengah tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Di babak kedua, Erwan mengubah skema ke 4-4-2 dengan memainkan Krisna Adi menggantikan Gilang Pratama. “Babak kedua permaian lebih hidup dan bisa mengauasai permainan. Sangat disayangkan sejumlah peluang emas gagal berbuah gol,” tandasnya.

Sementara itu Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae mengatakan cukup puas dengan raihan yang diperoleh. Sebelum laga, dirinya menginstruksikan untuk bisa cetak gol dibabak pertama. “Kami paksa PSIM tidak berkembang. Saya senang karena strategi berjalan dengan baik,” jelasnya. (bhn/din/ong)