RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Kampanye Kabupaten Bantul bebas sampah pada 2019 terus menunjukkan tren positif. Satu per satu kalangan swasta mulai ikut cawe-cawe melalui program corporate social responsibility (CSR).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Masharun Ghazali menyebut pemerintah bakal kesulitan mewujudkan kampanye ini sendirian. Dibutuhkan peran aktif masyarakat dan kalangan swasta.

“Sarana dan prasarana yang dibutuhkan sangat banyak. Butuh anggaran yang tak sedikit. Tong sampah paling tidak butuh 4.800-an,” jelas Masharun di sela peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia tingkat DIJ di halaman Pasar Bantul, kemarin (23/7).

Dikatakan, ribuan tong sampah ini rencana disebar di beberapa titik strategis. Salah satu tujuannya agar warga tak membuang sampah sembarangan lagi. Saking banyaknya kebutuhan fasilitas ini, Masharun juga berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) ikut berperan aktif. Dengan menyediakan tong sampah di lingkungannya masing-masing.

“Kami sendiri juga akan menambah personel hingga 350 orang. Armada pengangkut sampah setidaknya butuh 20 unit,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, sampah yang berasal dari Kabupaten Bantul mencapai 200 ton setiap harinya. Ironisnya, hanya 30 persen yang dapat diangkut ke tempat pembuangan smapah terpadu Piyungan. “70 persen masih tersebar di mana-mana,” keluhnya.

Senada disampaikan Kepala BLH DIJ Joko Wulyantoro. Menurutnya, program CSR kalangan swasta harus berwawasan lingkungan hidup. Agar problem penanganan sampah di DIJ tertangani tuntas.

“Kami sangat berterima kasih kepad pihak-pihak yang menyalurkan (CSR) kepada kami maupun JPSM (jaringan pengelola sampah mandiri),” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, CSR salah satu perusahaan berupa dua unit motor roda tiga diserahkan kepada Pondok Pesantren Lintangsongo Piyungan dan Kelompok Sampah Mandiri Pakem, Sleman. (zam/ila/ong)