RADARJGOGJA.CO.ID – SLEMAN– Kecamatan Ngemplak, Sleman yang terletak di kaki Gunung Merapi menjadikan wilayah tersebut termasuk rawan bencana. Sebagai bentuk antisipasi bencana, tiap warga dituntut menguasai ilmu dan keterampilan mitigasi bencana. Nah, untuk kepentingan tersebut anggota Koramil 07/Ngemplak melakukan uji petik siaga bencana di SD Muhammadiyah Bimomartani belum lama ini.

Danramil Ngemplak Kapten Inf Sujud mengatakan, kegiatan uji petik sengaja tidak dipersiapkan agar dalam pelaksanaannya mirip dengan keadaan bencana sebenarnya. “Ngemplak daerah terdepan yang langsung kena dampak erupsi Merapi, makanya simulasi seolah-olah terjadi wedhus gembel,” ujarnya.

Siswa dan guru SD Muhammadiyah Ngemplak mendapat prioritas uji petik mengingat lokasi sekolah tak hanya berada di wilayah rawan bencana erupsi, tapi sering dilanda puting beliung. “Meski hanya latihan uji petik tak sekadar jalan. Tapi dilaksanakan sungguh-sungguh,” kata Sujud.

Dalam kesempatan itu perwira pertama dengan tiga balok di pundak mengimbau seluruh masyarakat selalu proaktif menjalani pelatihan mitigasi bencana. Hal itu guna mencegah timbulnya korban jiwa, sekaligus meminimalisasi kerugian saat terjadi bencana.

Sementara itu, guna meningkatkan kemampuan tanggap bencana di wilayah barat Sleman Danramil 13/Seyegan Kapten Arh Sukoharjana memberikan sosialisasi bagi warga setempat.

Bersama Camat Seyegan Budi Sutamba dan didampingi Babinsa Margomulyo Serka Suwantoro, Sukoharjana mengingatkan kondisi wilayah yang dipimpinnya yang juga rawan bencana angin puting beliung.
Karena itu Koramil Seyegan mendukung diadakannya pelatihan penanganan bencana selama enam hari yang melibatkan 250 warga.

Danramil mendorong Babinsa setempat aktif memantau kondisi wilayah binaan. “Babinsa harus bisa memberi semangat dan petunjuk bagi masyarakat tentang praktik maupun teori penanganan bencana,” ujarnya.(yog/ong)