RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDULKebakaran terjadi di SMP N 1 Paliyan. Akibatnya, bangunan ludes terbakar, kemarin (21/7) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpunRadar Jogja, titik api berasal dari bangunan koperasi sekolah yang mulai menyala sekitar pukul 00.50. Satpam sekolah, Paryadi, 36, kaget melihat api berkobar di bangunan kantin koperasi pada sisi kanan sekolah.

Bersama dengan warga sempat berinisiatif memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut belum mampu menjinakkan si jago merah, dan berpotensi merembet kebangunan lain.

Kapolsek Paliyan, AKP Catur Widodo mengatakan, pada saat itu anggotanya tengah melakukan patroli rutin dan langsung berupaya mengamankan situasi di TKP.”Kami juga berkoordinasi dengan petugas dari pemadam kebarkan,” kata Catur Widodo.

Sejurus kemudian regu penjinak api datangmelakukan pemadaman. Lebih daridua jam akhirnya api berhasil dimatikan. Untuk memastikan sudah tidak ada titik api, petugas dari pemadam kebakaran bergerak hingga kebagian sulit.

“Kami sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran.Dugaan sementara, pemicu kebakaran karena terjadi konsleting arus listrik di ruangan koperasi,” ujarnya.

Untuk kerugian, pihaknya masih melakukan pendataan. Oleh sebab itu kepolisian berkordinasi dengan pihak sekolah. Hanya saja kerugian dalam bentuk materi diperkirakan mencapai kisaran Rp 150 juta.

Sementara itu, Kepala sekolah SMP N 1 Paliyan, Marlan mengucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemadaman. Dikatakan,proses pemadaman berlangsung lama, karena ruangan berisi barang mudah terbakar.

“Surat berharga seperti ijazah milik guru yang disimpan untuk keperluan pemberkasan ikut terbakar,” kata Marlan.

Kemudian buku kurikulum lama menunggu penghapusan aset,mesin foto copy, kaos, busa olah raga hingga tenda pramuka juga tidak tersisa. Dia menduga kebakaran diakibatkan konsleting arus pendek listrik. “Namun untuk kepastian kami serahkan kepada aparat kepolisian,” terangnya.

Disinggung mengenai kegiatan belajar mengajar (KBM). Menurut Marlan tidak terganggu dengan adanya insiden kebakaran. Peserta didik tetap beraktifitas dengan normal meski polisi memasang garis polisi di sebagian ruangan.(gun/ong)