RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi denda terhadap PSIM Jogja pasca lawatan ke Stadion Panataran, Nglegok, Blitar Sabtu (8/7) lalu. PSIM diwajibkan membayar denda Rp 10 juta atas laporan adanya intimidasi terhadap panita penyelenggara (Panpel) PSBI Blitar kala menjamu PSIM Jogja. Sanksi itu terkait diputarnya anthem AYDK di Stadion Panataran dengan pengeras suara.

Sekretaris PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa mengatakan sudah menerima laporan sanksi dai Komdis PSSI. Dan hal tersebut, sudah dibahas oleh manajemen PSIM pada akhir pekan lalu. “Kami terima putusan Komdis. Ambil positifnya saja,” kata Jarot kepada Radar Jogja kemarin (19/7).

Meski begitu, Jarot sebenarnya menyayangkan sanksi yang diberikan kepada timnya. Dia menilai laporan dari pengawas pertandingan, tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi.
Seperti diketahui sanksi dari Komdis tersebut terjadi setelah peluit panjang pertandingan yang berkesudahan 1-1 tersebut berhenti. Suporter PSIM Jogja yang hadir ke stadion menyanyikan anthem kebanggaan diiringi musik dengan pengeras suara.

Namun di tengah nyanyian anthem berjudul Aku Yakin Dengan Kamu, musik tiba-tiba mati. Sehingga sempat terjadi aksi protes dari kelompok suporter.
Pihak PP dalam laporannya menyebut suporter PSIM melakukan intimidasi ke pihak panpel, agar AYDK tersebut di putar dengan pengeras suara. “Sebenarnya tidak ada yang namanya intimidasi. Namun semua sudah terjadi, kita terima semua ini,” tandasnya.
Jarot berharap sanksi tersebut bisa menjadi pelajaran bagi manajemen, pemain maupun soporter. (bhn/din/ong)