RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Dinas Pariwisata DIJ kembali menghidupkan tradisi di Kampung Musikanan yang merupakan kawasan tempat tinggal para abdi dalem pemain musik Keraton Jogja. Hal ini dilakukan dengan menggelar Festival Budaya Kampoeng Musikanan, di sepanjang Jalan Kampung Musikanan, Minggu, (16/7).

Sekretaris Dinas Pariwisata DIJ Rose Sutikno mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini untuk menghidupkan dan mengingatkan kembali tradisi bermusik di kampung para pemain musik Keraton.

“Kampoeng Musikanan merupakan kampung bersejarah di DIJ. Di kampung ini banyak budaya yang harus digali dan dikembangkan. Ini karena Kampung Musikanan tak terlepas dari budaya Keraton Jogja di mana masyarakatnya bersatu padu dalam menghibur keluarga Keraton Jogja,” katanya.

Ketua Panitia Kampoeng Musikanan Priyo Mustiko memaparkan, Kampung Musikanan mempunyai sejarah musik yang tak hanya penting bagi Keraton, tapi juga Indonesia. Di tempat ini lahir tokoh-tokoh musik ternama seperti Idris Sardi dan Embong Rahardjo. Festival Budaya Kampoeng Musikanan pertama kali diselenggarakan dengan tema “Merayakan Kebhinekaan Musik Nusantara”.

Festival dimulai dengan pembukaan bazaar dan pameran dokumentasi foto serta alat musik kuno. Dilanjutkan karnaval budaya melibatkan 200 peserta, meliputi Bregada Singosaren, drumband siswa SDN Keputran I, grup seni Recorder dan kenthongan siswa SDN Keputran I, grup seni Topeng Ireng Musikanan, dan marchingband DC Kota Jogja. Rute yang dilalui Jalan Kemit Bumen-Jalan Wijilan, Jalan Ibu Ruswo, dan berakhir di Jalan Pekapalan Kidul.

Tak hanya bazaar dan karnaval, acara juga diisi dengan pentas musik yang terbagi di beberapa tempat, yakni Panggung Montecarlo di depan SDN Keputran I, Panggung Djoned di depan Puskesmas Kraton, dan Panggung Miss Surip di Pasar Bludiran Jogja. Panggung-panggung ini menampilkan beragam aliran musik, mulai jazz, klasik hingga keroncong. (*/met/laz/ong)