RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Atrium Hartono Mall Jogja dipenuhi ribuan pelajar SMA se-DIJ kemarin. Kedatangan mereka untuk mendukung temannya tampil enerjik dalam Roadshow UBS Gold Dance Competition.

Penampilan 51 tim dance tersebut sebagai awal rangkaian Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017. Pesta basket pelajar setingkat SMA ini bakal digelar pada 28 Juli hingga 12 Agustus di GOR UNY. Sebanyak 48 tim dance yang tampil kemarin bakal mendampingi tim basket mereka berlaga.

Seperti sebelumnya, Roadshow UBS Gold Dance Competition kali ini juga digelar di pusat keramaian. Diharapkan masyarakat bisa melihat aksi positif pelajar SMA di Jogja.

“Agar masyarakat melihat potensi positif pelajar Jogja. Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, namun secara softskill mereka juga mampu berbicara lebih,” ujar Project Officer Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017 Valentina Sitorus.

Kali ini, kompetisi dance ini masih mengusung tema Mommy and Me. Peserta wajib memberikan apresiasi terhadap wanita terdekat dalam hidup mereka. Bagi peserta yang sudah tidak memiliki ibu, bisa mengapresiasi rekan, sahabat, nenek, tante atau siapapun perempuan yang memiliki peran besar dalam hidup mereka.

Roadshow UBS Gold Dance Competition kali ini langsung memberikan penilaian. Tiga tim terbaik berhak mendapatkan tempat di Top Ten yang akan berlaga di semifinal.

Sedangkan juri yang menilai penampilan mereka adalah Project Officer dari DBL Indonesia Yusak Harold, Redaktur Jawa Pos Radar Jogja Reren Indranila dan dancer dari Ozora Dance Irene Indu.

Irene mengatakan skill dance dari beberapa tim yang ikut berkompetisi kali ini di atas rata-rata anak sekolahan. Meski juga ada beberapa tim dance yang terkesan masih perlu banyak latihan untuk tampil di panggung besar.

“Beberapa dari mereka skill dance-nya mumpuni banget. Bahkan levelnya sudah bukan anak sekolahan lagi. Meski ada beberapa yang terkesan main-main, tapi menghibur. Overall oke banget emang Jogja,” ujar Irene.

Riasan menggambarkan tengkorak manusia. Mereka meliuk-liuk di atas panggung, tak lelah mengubah formasi akhirnya dipungkasi dengan sebuah gerak dari boneka tulang belulang manusia.

Gerakan tersebut sontak memunculkan teriakan riuh rendah pengunjung Hartono Mall yang menyaksikan Roadshow UBS Gold Dance Competition kemarin. Para gadis enerjik tersebut merupakan tim dance SMAN 1 Sewon.

“Tema yang kami usung kali ini mengacu pada parade perayaan kematian orang Meksiko. Orang Meksiko menghormati hari berkabung dengan tari-tarian dan parade, berbeda sama orang Indonesia,” ujar pelatih tim dance SMAN 1 Sewon Vito Bagera.
Dikatakan, tema yang diusung kali ini merupakan salah satu caranya memperkenalkan tadisi atau kebudayaan baru dari negara lain. Tidak melulu tradisi atau budaya dalam negeri.

Meski tim dance SMAN 1 Sewon sudah memiliki basic dance sebelumnya, Vito tetap melatih ulang basic mereka pada tiga kali pertemuan awal. Hal tersebut dia lakukan agar tercapai keterpaduan antar individu agar tercipta olah gerak serasi.
Langkah Vito tersebut memperoleh respons positif salah satu anggota tim dance SMAN 1 Sewon Nadia Maharani.

“Memang penting apa yang coba dilakukan sama mas Vito. Karena beberapa dari kami masih ada yang perlu ngulang dasaran dance bahkan sampai lima kali dalam sekali sesi latihan,” ujar Nadia.

Tim Dance SMAN 1 Sewon sudah memulai latihan sejak pertengahan Mei 2017. Berdasarkan penampilan mereka pada roadshow kali ini, tim dance SMAN 1 Sewon optimistis meraih gelar juara.

“Paling tidak kami telah mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk mengharumkan nama sekolah kami,” ujar Nadia Maharani. (sbe/iwa/ong)