RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Sebanyak 710 peserta dari berbagai kota di Indonesia telah siap untuk mengikuti even bersepeda Tour De Ambarrukmo Sabtu (22/7) mendatang. Even yang pertama kalinya digelar tersebut bertujuan memperkuat citra DIJ sebagai kota wisata dan budaya melalui kegiatan bersepeda.

Beberapa peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Solo, Semarang, Surabaya, Jakarta, Palangkaraya, Jambi, Lampung, Bengkulu, Bali, Lombok, dan berbagai kota lainnya.

Surya Ananta Ketua Panitia Tour De Ambarrukmo 2017 mengatakan, peserta tour akan menempuh jarak 148 Km dengan melewati empat pitstop. Dengan kecepatan rata-rata peserta 25 KM per jam serta melewati lima wilayah di DIJ.

Pitstop pertama di Kantor Kepala Desa Bumirejo, lalu kedua di parkir Pantai Parangtritis, ketiga di Rumah Kupu Panggang Gunungkidul, serta pemberhentian terakhir di Lapangan Garuda Kompleks Candi Prambanan. “Peserta akan melewati Tugu, Malioboro, Keraton Jogjakarta, Pantai Baru Bantul, Kretek, Imogiri, Piyungan, dan kembali ke Pendopo Royal Ambarrukmo,” paparnya saat jumpa pers kemarin (18/7).

Surya menyebut, even yang diadakan itu juga memadukan antara hobi, promosi wisata, dan dunia perhotelan. Sebab, menurutnya pariwisata di Jogjakarta dan penghobi sepeda di Indonesia sedang bertumbuh pesat. Terbukti dengan banyaknya kunjungan wisata di waktu liburan dan even sepeda beberapa waktu belakangan. “Sebelumnya karena pertama kali, kami hanya menargetkan sekitar 300-an peserta. Tapi ternyata bisa dua kali lipatnya sekarang,” tuturnya.

Pihaknya juga mengatakan, untuk memastikan rute yang dilewati aman dan lancar, panitia telah dua kali melakukan trial. Maret dan April lalu. Hasilnya, 100 pesepeda yang mengikuti trial mengaku puas dengan pemandangan yang dilewati.
Dewo Pratomo dari pihak even organizer yang digandeng panitia menyebut, Jogjakarta selalu menjadi favorit pesepeda. Selain itu agar membuat even lebih menarik, dia akan menyiapkan sekitar lima gimmick-gimmick agar peserta tidak bosan melahap rute.

Tak hanya itu, bagi para bandit, sebutan pesepeda yang terbiasa dengan lintasan keras, di etape 2-3 ada lintasan yang bisa digunakan untuk race. “Ada hadiah menarik untuk king dan queen of mountain yang biasanya dilahap para bandit. Namun karena ini untuk penghobi jadi berbeda dengan race yang biasanya diperuntukkan bagi atlet,” bebernya.
Start lomba dimulai pukul 05.30 dengan rencananya dibuka oleh gubernur DIJ, kapolda, Danrem dan kepala dinas pariwisata DIJ. (riz/din/ong)