RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Setelah resmi melepas pelatih Purwanto Suwondo, tugas berat saat ini berada di pundak Sambudiyana. Ia mengisi pos yang ditinggalkan Purwanto termasuk saat mendampingi tim melawat ke Rembang akhir pekan depan.
Mengenai hal tersebut, Sambudiyana tidak mempunyai target muluk-muluk, sebagai karteker, Dia hanya ingin mengembalikan suasana tim lebih nyaman. “Kami sudah bertemu dengan para pemain dan apa yang menjadi tuntutan mereka juga sudah disampaikan semua. Ternyata, pemain selama ini merasa tidak nyaman dalam bermain,” ujarnya kepada wartawan, kemarin (17/7).

Karena itu langkah terdekat yang akan dilakukannya adalah mengembalikan rasa nyaman para pemain. Baik dalam berlatih, di dalam mess dan ketika bertanding. Sambudiyana sebelumnya berposisi sebagai asisten pelatih Persiba mendampingi Purwanto Suwondo yang direkrut menggantikan Siswanto “Kancil” yang mempersiapkan tim di pra-musim.

Ia mengatakan, ketidaknyamanan para pemain selama ini tampak ketika beberapa di antaranya diturunkan pada posisi yang tidak sebenarnya. Dia mencontohkan dengan posisi David Armando yang posisi asli sebagai bek kanan namun saat diturunkan lebih kerap dimainkan sebagai bek kiri.

Menurutnya, kalau merombak komposisi tim dan pemain secara keseluruhan untuk menghadapi putaran kedua terlebih saat ini berada di posisi juru kunci maka akan sangat berat. “Saya tidak akan mengubah banyak strategi pelatih lama. Hanya menutup serta membenahi kekurangan yang ada,” tuturnya.

Tugas pertamanya adalah mempersiapkan tim melawat ke Rembang. Ia menilai, Laskar Dampo Awang- julukan PSIR adalah tim yang kuat dan selalu termotivasi bermain lepas. Melihat capaiannya di posisi ketiga grup tentu bukan hal mudah. “PSIR tetap tim yang sangat berbahaya apalagi bermain di kandang,” imbuh dia.

Manajer Persiba Endro Sulastomo mengatakan, keputusan menghentikan kerja sama tim dengan Purwanto Suwondo diambil usai digelarnya rapat manajemen pada Minggu malam (16/7). Menurutnya, manajemen telah berdiskusi dengan semua pihak yang ada di jajaran manajemen, dan berdasar dari hasil pertandingan sepanjang putaran pertama kemarin yang dinilai tidak memuaskan. “Kami dengan sangat terpaksa harus menyudahi kerja sama dengan Mas Purwanto,” ungkapnya. (riz/din/ong)