RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA— Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mewanti-wanti seluruh penyelenggara kegiatan pengenalan lingkungan sekolah tidak mengisinya dengan tindak kekerasan. Ajang yang dulu lebih dikenal dengan sebutan masa orientasi sekolah (MOS) harus diisi dengan kegiatan edukatif.

“Saya kira kita juga sudah punya pengalaman. Jangan ada korban lagi. Jangan dijadikan ruang balas dendam,” tuturnya kemarin (14/7).

Menurut gubernur, masa pengenalan sekolah bisa diisi dengan kegiatan kreatif. Dengan begitu pemahaman tentang sekolah bisa lebih mengena bagi siswa baru. Demikian pula dengan program kegiatan sekolah untuk pengembangan diri siswa maupun pengenalan budaya Jogjakarta.

“Kegiatan edukatif tergantung sekolah. Sekolah juga harus mengontrol siswa senior agar tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya,” pinta HB X.

Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIJ Suroyo mengatakan, masa pengenalan lingkungan sekolah dijadwalkan selama tiga hari. Sejak hari pertama sekolah, Senin (17/7). Tujuannya, siswa baru mengenal seluk-beluk sekolah yang akan menjadi rumah kedua mereka selanjutnya.

Mengenai materi pengenalan sekolah telah diatur dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016. “Prinsipnya, setiap aktivitas pengenalan lingkungan sekolah harus dalam pengawasan guru dan kepala sekolah,” katanya.(dya/ong)