RADARJOGJA.CO.ID – SEMARANG – Hasil di luar dugaan diterima skuad Persiba Bantul ketika melawat ke kandang PSIS Semarang, kemarin (14/7). The Reds-julukan Persiba Bantul dipermak lima gol tanpa balas tim berjuluk Mahesa Jenar itu di kandangnya, Stadion Jatidiri, Semarang.

Dengan hasil ini, sampai dengan berakhirnya putaran pertama fase Grup 4, Laskar Sultan Agung-julukan Persiba Bantul belum bergeser dari dasar klasemen. Dari tujuh laga yang dimainkan, anak asuh Purwanto Suwondo ini baru mengoleksi poin tiga.
Gelontoran gol-gol Mahesa Jenar dicetak oleh Erik di menit 14 dan 43, Ahmad Agung (23), Taufik (48), dan Franky (79).

Absennya kapten tim Slamet Widodo yang juga palang pintu pertahanan sedikit banyak mempengaruhi penampilan barisan pertahanan Persiba Bantul. “Selain itu, memang gol PSIS semua didapat dari bola mati yang mengandalkan tinggi badan mereka,” ujar Purwanto kepada Radar Jogja setelah pertandingan.

Sehingga dengan postur pemainnya yang lebih pendek, dengan mudah dieksploitasi oleh anak asuh Subangkit tersebut. Di samping itu, tekanan yang terus dilakukan tim yang sekali merasakan gelar juara Liga Indonesia itu membuat permainan anak asuhnya tidak berkembang. “Skil dan kemampuan anak-anak sebenarnya sudah bagus. Tapi memang mentalitas yang sekarang masih menjadi kendala. Terlebih main di Jatidiri dengan atmosfer yang luar biasa,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kemungkinan menambah pemain, dia mengaku menyerahkan hal tersebut kepada manajemen. Sebab selama tujuh pertandingan yang sudah dijalani, progres permainan sudah terlihat. “Kalau penambahan saya serahkan ke pengurus. Tapi memang kalau ingin berubah, pengurus harus bisa menambah pemain untuk mendongkrak prestasi tim,” tuturnya.

Pelatih PSIS Semarang Subangkit memuji penampilan Haudi Abdillah dkk yang tampil lebih sabar.”Itu yang membuat kami bisa mencetak banyak gol,” jelasnya. (riz/din/ong)