RADARJOGJA.CO.ID – Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astutimembuka pameran pariwisataBorneo Extrvaganza 2017 diAtriumJogya City Mall,Yogyakarta,Jumat (14/7). Event tahunan ini bekerja sama denganlima pemerintah provinsi se-Kalimantan. Yakni, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, danKalimantan Tengah. Ini sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan dalam mendukung Pesona Indonesia dalam mencapaitarget 275 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada2019.

“Dipilihnya Jogjakarta sebagai tempat penyelenggaraan pameran sangat tepat, merupakan sumber wisnus. Di sini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun nusantara, sehingga ada peningkatan jumlah wisman dan wisnus setiap tahun. Selain itu, banyaknya penerbangan langsung dari DIJ ke Kalimantan memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan,” tegas Esthy.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkanwisman yang berkunjung ke Indonesia dari Januari – Mei 2017 cukup progresif. Yakni, 5.358.489 orang. Angka itu naik 20,38 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Dari total 5.358.489 orang itu, 4.687.721 orang masuk melalui 19 pintu masuk utama. Sedangkan, 670.768 orang tercatat masuk di luar 19 pintu masuk utama tersebut.

Esthymenjelaskan, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional. Karena setiap tahun, jumlahnya terus meningkat. Tahun ini, wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak265jutadengan pengeluaran Rp 241,08triliun,dalam lima tahun ke depan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisman.

“Sektor pariwisata harus menjadileading sectordalam pembangunan perekonomian nasional. Presiden memberi target dalam lima tahun ke depanpariwisata harus tumbuh dua kali lipatdari capaian tahun sebelumnya,” katanya.

KepalaBidangPromosiWisataBudaya Wawan Gunawanmenambahkan,pengembanganpariwisata Indonesia bertumpupadapotensialamsebesar35 persen yang dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisataekologi, danwisatapetualangan. Sedangkan potensibudaya sebesar 60 persen dikembangkan dalamwisataheritagedan religi, wisatakulinerdan belanja, dan wisata kota dan desa.

“Potensiwisatabuatan 5 persen dikembangkan dalamprodukwisataMICE danevent, wisataolahraga, danwisatakawasanterpadu,” katanya.

Inke Maris, penggagas dan event organizerBorneo Extravaganza menambakan, penyelenggaraan event pameran pariwisata dimulai sejak 2004 dan berhasil mempersatukan seluruh provinsi Kalimantan dalam promosi bersama. (hes)