RADARJOGJA.CO.ID – HONDA DBL D.I.Jogjakarta Series 2017 semakin lengkap dengan journalist competition antar-sekolah. Sebanyak 30 pasang jurnalis tulis dan jurnalis foto peserta kompetisi mengikuti technical meeting (TM) di Honda Safety Riding Center Jogjakarta kemarin.

Pemateri TM yang juga jurnalis Radar Jogja Ikhwanudin mengatakan peserta harus mengerti sejarah Honda DBL D.I.Jogjakarta Series secara rinci. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal saat peliputan nanti.

“Saya berharap, peserta journalist competition akan menghasilkan liputan yang cerdas dan lugas. Maka pelajari dulu DBL, validasi data, serta ambil serba-serbi yang menarik seputar pertandingan besok,” kata Ikhwanudin.

Jurnalis foto atau fotografer, kata dia, harus memiliki persiapan matang. Mematuhi etika dalam fotografi agar tidak mengganggu pertandingan, serta kejelian menangkap momen.

“Siapkan peralatan fotografi dengan baik. Jangan lupa baterai kamera di-charge penuh sebelum dipakai untuk liputan,” katanya.

Fotografer SMA Kolese De Britto Gilang Ignas mengaku akan melakukan persiapan lebih baik dalam liputan di GOR UNY 28 Juli 2017 hingga 12 Agustus 2017.

“Aku masih kurang latihan soal fotografi sport,” ujar best fotografer Junio JRBL Jogja Series 2015 tersebut.

Sedangkan fotografer dari SMA Budya Wacana Jogja Daniel Aryanto mengatakan harus jeli menangkap momen. “Sekecil apapun momen, jika dikemas dengan tepat bisa jadi luar biasa,” ujar Daniel.

Dia pernah terlibat dalam penulisan kumpulan essay bersama Bahas Bahasa. Daniel antusias mengikuti mengikuti kompetisi tersebut meskipun tim basket Budya Wacana belum bisa bergabung dalam Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2017. (cbe/iwa/ong)