RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Bisnis esek-esek online tampaknya masih marak. Tak hanya lewat media sosial (medsos) saja, juga memanfaatkan aplikasi percakapan WhatsApp untuk bertransaksi. Aparat dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogjakarta kembali menangkap seorang germo Chandra Hartono (CH), 39, yang menawarkan pekerja seks komersial (PSK) secara online.

Dia ditangkap setelah melakukan transaksi prostitusi di sebuah hotel di kawasan Jalan AM Sangaji, Rabu (5/7) lalu. Dari penangkapan tersangka, aparat menyita barang bukti uang Rp 900 ribu, dan dua buah handphone yang digunakan untuk menawarkan PSK tersebut kepada para pelanggan.

Sementara dari tangan saksi, seorang PSK berinisial LAK, aparat mengamankan barang bukti uang sejumlah Rp 800 ribu, sebuah kondom, pakaian dalam, dan sebuah sabun sirih.

Kasubag Humas Polresta Jogjakarta AKP Partuti Wijayanti menjelaskan, motif yang digunakan oleh tersangka yakni menawarkan jasa pelayanan prostitusi menggunakan media sosial WhatsApp. Selanjutnya, tersangka menawarkan pekerjaan tersebut kepada jaringan PSK yang dimiliki.

“Tersangka ini memperdagangkan PSK. Karena dia juga menerima bayaran atas transaksi setiap PSK,” jelas Partuti dalam keterangan persnya di Mapolresta Jogjakarta, kemarin (11/7).

Selanjutnya, tersangka mengantarkan, PSK tersebut di tempat yang telah disepakati. Dalam penangkapan yang dilakukan, tempat kejadian perkara (TKP) berada di salah satu hotel yang terletak di sisi selatan simpang empat Jetis, Jalan AM Sangaji.

Tersangka ditangkap setelah PSK melayani tamu di kamar 211. Saat ditangkap, tersangka tidak dapat mengelak atas perbuatannya memperdagangkan PSK. “PSK diniagakan Rp 600 ribu sekali kencan short time. Dari sekali kencan, tersangka mendapat keuntungan Rp 250 ribu,” jelasnya.

Dijelaskan, penangakap tersangka berawal dari laporan masyarakat di medsos Facebook, mengenai adanya kegiatan prostitusi. Selanjutnya, tim opsnal Reserse Kriminal Polresta Jogjakarta menindaklanjuti laporan tersebut. Kepolisian juga akan mendalami kasus-kasus serupa karena esek-esek online tetap marak. Bahkan makin merajai dengan memanfaatkan teknologi.

“Tersangka, kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Jogjakarta. Warga Tegalrejo, Jogja ini terancam jerat 506 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara,” jelasnya. (bhn/ila/ong)