RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Hasil seri 2-2 yang didapat Persiba terasa menyakitkan. Tidak hanya bagi pemain dan manajemen, tetapi juga juga suporter. Setelah peluit panjang dibunyikan kedua kelompok suporter Persiba yaitu Paserbumi dan Curva Nord Famiglia merangsek berusaha masuk lapangan.

Mereka turun dari tribun utara dan selatan lalu merusak A-board yang berada di belakang gawang. Mereka meneriakkan protes kepada manajemen mengingat prestasi Persiba yang tak kunjung bangkit meraih kemenangan. Persiba sejauh ini masih menghuni dasar klasemen Grup 4 dengan tiga poin hasil tiga kali seri dan tiga kali kalah.”Ini hasil yang sangat mengecewakan,” kata seorang suporter.

Suporter juga membakar kertas rol di depan tribun masing-masing. Bahkan beberapa di antaranya ada yang berusaha mengejar manajemen dan pemain, baik pemain Persiba dan Persipon. Sontak pemain kedua tim berhamburan dan masuk ke ruang ganti. Sementara pihak keamanan menghalangi suporter masuk ke lorong ruang ganti.

Tak berhasil menemui yang dituju, bergantian kedua kelompok keluar dari stadion. Pertama, kelompok suporter CNF yang mengeluarkan unek-uneknya di depan stadion. Mereka bernyanyi dan menuntut manajemen menjelaskan bobroknya prestasi Persiba sejauh ini. Tak ada pihak manajemen yang keluar menemui suporter, CNF lalu berangsur-angsur pulang.

Tak berselang lama, giliran Paserbumi yang berdemo di depan stadion. Mereka mencoba merangsek untuk mencari perwakilan manajemen. Namun pencarian mereka tak membuah hasil. “Selamat datang Persiba di Liga 3,” sindir mereka.

Dengan insiden masuknya penonton ke lapangan dan merusak board, membuat Persiba kembali terancam mendapatkan sanksi dari komisi disiplin PSSI. Sebelumnya manajemen telah mendapat sanksi pertama karena dinilai melakukan pembiaran ketika suporter Persis Solo melakukan provokasi kepada PSIM Jogja. (riz/din/ong)