RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL– Polres Bantul agaknya gerah setelah kasus pencabulan siswi MTs Giriloyo mulai mencuat ke publik. Penyidik pun segera bergerak mengusut kasus tersebut.

Kasatreskrim AKP Anggaito Hadi Prabowo mengklaim, proses penyelidikan terus berjalan. Penyidik masih menyelesaikan pemeriksaan sejumlah saksi. Serta meminta penyerahan barang bukti pakaian yang digunakan saat kejadian. Baik milik terlapor maupun korban. Dikatakan, proses penyelidikan tetap harus merunut prosedur pasal 184 KUHAP mengenai alat bukti yang sah.

“Terlapor bisa ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi korban sudah hamil enam bulan dan masih di bawah umur,” jelas Anggaito kemarin.

Bila terbukti melakukan tindak asusila, terlapor dijerat pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Anggaito mengatakan, tindak pidana tersebut berlaku bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, kebohongan, membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain.

“Bila yang melakukan adalah tenaga pendidik atau kependidikan, hukumannya bisa ditambah sepertiga dari ancaman pidana,” jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari Poniman, terduga pelaku pencabulan terhadap A. Kepala Sekolah MTs Giriloyo Surahmanta juga belum bisa diklarifikasi. Demikian pula pejabat di Kementerian Agama DIJ. Saat dihubungi melalui nomor telepon seluler, Poniman tidak merespons, meskipun terdengar nada sambungan. Pesan singkat SMS ke polsen Poniman juga tidak dibalas. (bhn/zam/yog/ong)