RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA-Para pedagang di sepanjang Jalan Pasar Kembang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Kembang membutuhkan kepastian dan kejelasan nasib. Itu menyusul penggusuran yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Rabu (5/7) lalu.

Kejelasan itu mereka butuhkan, karena hingga kemarin (6/7) belum ada solusi yang ditawarkan PT KAI maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.”Sebab kami punya keluarga yang harus dihidupi,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kembang Rudi Tri Purnama.

Upaya untuk terus memperjuangkan nasib juga mereka lakukan lewat Lembaga Bantuan Hukukm (LBH) Jogja. Langkah ini mereka tempuh karena selama ini mereka menyebut sebagai pedagang resmi yang mendapat izin Pemkot Jogja. Atas dasar itulah, mereka tidak menghiraukan peringatan PT KAI untuk mengosongkan lahan.

Tadi malam, para pedagang dan LBH Jogja mengadakan pertemuan untuk menentukan sikap selanjutnya. Kuasa Hukum Pedagang Pasar Kembang, Lutfy Mubarok mengatakan berbagai upaya akan dilakukan agar pedagang mendapatkan hak-haknya.”Bisa menggugat ke PTUN, gugat perdata, maupun lapor pidana,” kata Lutfy.

Di pihak lain, PT KAI menjanjikan untuk mencarikan solusi terbaik bersama Pemkot Jogja. Menurut Executive Vice President PT KAI Daerah Operasional 6 Jogja Hendy Helmy, meskipun begitu bukan kewenangan PT KAI untuk menjanjikan sesuatu kepada para pedagang.”Intinya bukan kewajiban penuh kami. Jadi pemikiran bersama pemkot,”jelasnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja Sujanarko menyesalkan langkah Pemkot Jogja yang melakukan penggusuran ini. Dia beralasan, para pedagang di kawasan tersebut bukanlah pedagang liar karena ada izin resmi dari Pemkot Jogja.”Jadi, Pemkot Jogja harus bertanggung jawab melindungi mereka,” tagasnya.

Menurut Koko-sapaan akrab Sujanarko, DPRD Kota Jogja sebelumnya sudah meminta Pemkot Jogja untuk menunda penggusuran, sebelum ada kejelasan relokasi. DPRD Kota Jogja juga meminta permohonan audiensi dengan PT KAI.”Surat kami ke PT KAI ditolak, dan nyatanya penggusuran sudah dilakukan,” jelasnya.(pra/din/ong)