RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Wakil Gubernur DIJ Paku Alam (PA) X mengungkapkan dari hasil proyeksi penduduk DIJ, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) dan remaja dari 2010 hingga 2035 tumbuh signifikan. Sedang untuk jumlah penduduk remaja pada posisi satu banding empat penduduk.

“Kondisi yang timpang dari sisi usia ini sebaiknya dapat dikelola dengan baik,” ujar PA X dalam sambutannya di puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di halaman Balai Kota Jogja, kemarin (5/7).

PA X mengatakan, melalui pendidikan di keluarga bisa membentuk rasa saling berbagi, berbakti dan meghargai bisa diwujudkan. “Harus diakui sekarang banyak lansia yang merasa kesepian dan tidak dihargai oleh anak muda,” sambungnya.
PA X melanjutkan, hal itu dikarenakan saat ini tatanan kehidupan masyarakat yang telah banyak berubah. Orang tua semakin sibuk bekerja di luar rumah, anak-anak dan remaja semakin tidak terurus dan cenderung mulai bersikap hedonis.

Sedang lansia belum mendapatkan perlakuan yang sesuai. “Persemaian nilai-nilai kebaikan itu dimulai dan ditentukan oleh keluarga,” sebutnya.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Ambar Rahayu juga mengingatkan komunikasi dalam keluarga tidak hanya berdasarkan kuantitas saja, tapi juga kualitas.

Ambar mencontohkan, banyak dalam pertemuan keluarga yang justru tidak saling berkomunikasi karena sibuk dengan gadget masing-masing. “Pertemuan dalam keluarga itu juga ada interaksi, diskusi bukan malah sibuk dengan media sosial,” ujarnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menambahkan, perkembangan teknologi saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam hubungan keluarga. Menurut dia, di satu sisi kemudahan akses komunikasi tersebut memudahkan. Tapi di sisi lain, hal tersebut bisa menjauhkan hubungan keluarga saat sibuk dengan gadget-nya.

“Jangan hanya mengandalkan smartphone karena yang lebih penting adalah smart people, harus memanfaatkan teknologi jangan sebaliknya,” ujar HS sapaannya. (pra/ila/ong)