RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Jogja mencatat sudah ada 121 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mendaftar. Dari jumlah tersebut dipastikan semua ormas yang mendaftar tidak ada yang merupakan ormas anti-Pancasila.
“Dasarnya kan harus berdasar Pancasila dan UUD 1945, jika tidak mengakui ya tidak akan diakui (keberadaannya),” ujar Kepala Seksi Pembinaan Kantor Kesbang Kota Jogja Laksmi Prahani kemarin (5/7).

Hani, sapaannya, mengatakan untuk lama izin ormas atau surta keterangan terdaftar (SKT) yang dikeluarkan oleh Kesbang Kota Jogja berbeda-beda. “Jika kepengurusan berubah, maka mereka harus melakukan pendaftaran ulang,” jelasnya.

Hani menambahkan jika tidak mendaftarkan diri ormas terseut tidak bisa memperoleh berbagai fasilitasi termasuk bantuan dari pemerintah. “Bisa saja ada yang memilih tidak mandftar tapi mereka tidak mendapat bantuan dari kami,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesbang Kota Jogja Sukamto menjelaskan, verifikasi diperlukan untuk memastikan agar organisasi kemasyarakatan yang terbentuk tersebut didirikan berdasarkan azas Pancasila dan bukan didasarkan pada keyakinan tertentu. Verifikasi juga dilakukan oleh komunitas intelejen daerah. “Tidak ada ormas yang mengarah ke radikalisme,” tegasnya.

Sukamto juga mengaku rutin melakukan pembinaan terhadap ormas. Di antaranya pembinaan cinta tanah air serta wawasan kebangsaan. Selain pada ormas, lanjut dia, pembinaan ke tokoh masyarakat terkait semangat nasionalisme dan cinta tanah air juga dilakukan. “Harapannya, kondisi Jogja tetap aman dan nyaman,” katanya.(pra/ila/ong)