RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Setelah menggembleng fisik sejak 28 Juni lalu, kondisi para pemain PSS Sleman berangsur-angsur meningkat. Peningkatan itu baik power, endurance, maupun speednya. Karena itu porsi latihan fisik mulai dikurangi dan beralih ke strategi bermain.”Fisik mereka mengalami transisi dari kompetisi ke suasana Ramadan dan Lebaran. Sekarang sudah pulih sekitar 70-80 persen,” ujar pelatih PSS Freddy Muli setelah memimpin latihan di Lapangan Plosokuning Minomartani Sleman, kemarin (3/7).

Tim pelatih mulai memberikan porsi latihan taktikal di sore hari. Sementara untuk pagi pengembalian speed pemain. Dalam latihan taktik bermain, mantan pelatih Persebaya dan Persik Kediri itu menerapkan permainan efektif. Terutama dalam build-up serangan. Seperti terlihat dalam latihan sore kemarin.

Ia meminta kiper, bek, gelandang serta winger dan penyerang melakukan serangan cepat hanya 5-6 sentuhan. Sementara bola sudah harus sampai kotak penalti dan dieksekusi baik oleh penyerang maupun dari secondline. “Kami berikan materi serangan balik terencana. Langsung dari kiper ke bek, winger, dengan kombinasi crossing,” paparnya.

Menurutnya, hal itu mencerminkan ciri khas permainan PSS musim ini yang lebih bermain efektif untuk meraih kemenangan. Sisi sayap menjadi pos paling krusial karena bertugas menyuplai umpan ke kotak penalti. Namun hal tersebut menurut pelatih yang sempat menukangi Persida Sidoarjo itu harus juga dilihat stok pemain dan cara bermain lawan.

“Sementara ini belum ada gambaran permainan PSGC. Informasi terakhir pelatihnya ganti, tentu teknik dan cara bermain juga ganti,” tuturnya.
Selain itu, dalam latihan kemarin, pemain sayap Rossi Noprihanis terlihat berlatih terpisah setelah pemanasan. Ia berdiskusi sebentar dengan fisioterapis PSS Sigit Pramudya. “Dia ada keluhan di lututnya. Tapi pastinya akan dilihat lagi setelah pemeriksaan besok (hari ini, Red),” ujar Sigit.

PSS bersiap untuk menjamu PSGC Ciamis, Sabtu (8/7) mendatang. Kedua tim hanya berjarak satu poin dengan PSS di tangga kedua dengan koleksi 10 poin. Sementara PSGC di bawahnya persis dengan selisih hanya satu poin. (riz/din/ong)