RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Jelang menghadapi PSBI Blitar 8 Juli mendatang, skuad PSIM Jogja masih menemui persoalan dalam penyelesaian akhir. Hal tersebut cukup nampak ketika PSIM Jogja berhadapan dengan tim lokal asal Sleman, PS Porab di Lapangan Tamanan, Bantul kemarin (3/7).

Meski menang dengan skor meyakinkan 5-0, sejatinya banyak peluang emas yang seharusnya mampu dikonversi menjadi gol, terbuang secara percuma. Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengakui persoalan penyelesaian akhir tersebut. “Skill individu masih harus diperbaiki. Pemain masih terlalu sering buang-buang peluang,” kata Erwan usai laga.

Menurutnya pemain harus bisa memaksimalkan setiap peluang untuk bisa menciptakan gol. Sebab malawan tim profesional sekelas PSIB Blitar, marking yang akan diterapkan bakal lebih ketat dibanding tim yang dihadapi saat ini. “Lawan tim dengan defence yang longgar harusnya bisa memanfaatkan peluang sebaik mungkin. Nanti melawan tim liga, defencenya akan berbeda,” jelas mantan asisten Seto Nurdiyantara ini.

Dalam ekshibisi kemarin, Erwan juga masih menyoroti lemahnya pressing di lini tengah, sehingga membuat tim lawan mampu bisa berkembang. Hal lain yang masih menjadi sorotan, yakni rotasi posisi di lini tengah. “Komunikasi tidak berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara laga melawan Porab, Ahmad Taufik cs menguasai jalannya pertandingan. Di mana lima gol tersebut dihasilkan dari kaki Krisna Adi dan Dicky Prayoga masing-masing dua gol. Sedangkan gol penutup dilesakkan Engkus Kuswaha di menit 70.
Setelah melakukan latihan untuk pengondisian pemain, PSIM memfokuskan persiapan pertandingan melawan PSBI Blitar dengan fase taktikal. Tim mulai pemantapan strategi untuk laga away pekan keenam Liga 2 grup 5.

Penerapan strategi dilakukan untuk antisipasi masih absennya Said Marjan yang belum fit dalam masa pemulihan cedera bahu. Selain itu, sampai Senin (3/7) kemarin, pemain sayap Rangga Muslim Perkasa masih belum sampai di wisma PSIM. Tim pelatih musti mengantisipasi dengan menyiapkan skema main tanpa keduanya.

Rangga meskipun langganan starting line-up namun belum berlatih bersama tim sejak libur Lebaran lalu. Pelatih tentu perlu memantau kondisi fisiknya sebelum dibawa melawat ke Blitar akhir pekan ini. “Sebenarnya kalau bergabung lebih awal bisa ikut dalam latihan fisik bersama yang lain. Tapi sampai saat ini belum sampai Jogja,” tutur Erwan

Sebagai alternatif, Erwan mempersiapkan Rifky Suryawan dan Ardiyanto Agung untuk mengisi pos yang biasa ditempati Rangga. Keduanya dinilai mengalami progres positif selama latihan beberapa hari ini. Fisik dan power mereka mengalami peningkatan. Termasuk akurasi tembakan. “Ada juga Yoga Pratama untuk melapis di sayap nanti,” imbuhnya.

Sementara untuk Said Marjan di bek sayap, pelatih bisa memaksimalkan Anjar Beni dan Diaz Angga. Keduanya terus diasah untuk mengisi posisi bek sayap. Erwan menilai, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. “Sampai Rabu besok mungkin kami lebih ke pemantapan dan skema main. Setelah itu Kamis berangkat ke Blitar,” paparnya.

Pelatih menginginkan pemain bisa fokus untuk meraih kemenangan perdana di partai away. Sebab dari dua kali tandang ke Madiun dan Tuban, PSIM belum bisa meraih poin penuh. Tambahan tiga poin tentu membuat Laskar Mataram tetap menjaga kans lolos ke babak 16 besar dari grup neraka tersebut. (bhn/riz/din/ong)